India Dorong Aliansi Global untuk Lindungi Kucing Besar Dunia lewat IBCA Summit 2026

waktu baca 5 menit
1

Jakarta — India bersiap menjadi tuan rumah salah satu forum konservasi satwa terbesar di dunia melalui International Big Cat Alliance (IBCA) Summit 2026 yang akan digelar di New Delhi pada 1–2 Juni 2026. Pertemuan internasional tersebut akan mempertemukan negara-negara habitat kucing besar, ilmuwan, organisasi konservasi, pembuat kebijakan, hingga lembaga internasional guna memperkuat aksi global terkoordinasi dalam melindungi spesies kucing besar dan ekosistemnya.

KTT yang diselenggarakan oleh Pemerintah India bersama International Big Cat Alliance itu diproyeksikan menjadi momentum penting bagi India untuk memperkuat posisinya dalam diplomasi lingkungan global, di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan habitat, dan dampak perubahan iklim.

Fokus utama forum ini adalah konservasi tujuh spesies kucing besar dunia, yakni harimau, singa, macan tutul, macan tutul salju, cheetah, jaguar, dan puma.

Lebih dari sekedar konferensi konservasi, IBCA Summit 2026 dirancang sebagai platform internasional untuk menyatukan strategi berbasis sains, penyelarasan kebijakan, penguatan kerjasama lintas negara, hingga mobilisasi sumber daya demi menjaga habitat satwa liar yang semakin terancam oleh ekspansi manusia dan degradasi lingkungan.

IBCA menekankan tujuh pilar utama yang akan menjadi landasan kerja sama global. Pilar tersebut meliputi penguatan kolaborasi internasional dalam konservasi kucing besar, pengembangan inovasi pengelolaan satwa liar, sinergi kebijakan perlindungan habitat, peningkatan keterlibatan masyarakat, mobilisasi pendanaan konservasi, penguatan strategi koeksistensi manusia dan satwa liar, serta penyusunan deklarasi global tentang konservasi kucing besar.

Forum ini akan dihadiri perwakilan dari 95 negara habitat kucing besar, termasuk kepala negara, menteri, pembuat kebijakan, organisasi konservasi internasional, peneliti lingkungan, dan praktisi konservasi dari Asia, Afrika, hingga Amerika. Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan memimpin sesi tingkat tinggi di Bharat Mandapam, New Delhi, yang juga akan menjadi ajang berbagi pengalaman nasional dan strategi konservasi lintas negara.

India Ingin Jadi Pemimpin Konservasi Global

Penyelenggaraan IBCA Summit 2026 juga mencerminkan ambisi India untuk memainkan peran lebih besar dalam tata kelola lingkungan dunia. International Big Cat Alliance sendiri diluncurkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada April 2023 sebagai kerangka kerja sama multilateral yang berfokus pada perlindungan spesies kucing besar dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, India aktif menampilkan keberhasilan program konservasi satwa liar sebagai contoh bagaimana pembangunan dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan. Program seperti Project Tiger dan Project Lion menjadi bagian dari strategi nasional India dalam menjaga populasi predator puncak melalui pendekatan ilmiah, restorasi habitat, serta pengawasan ketat terhadap perburuan liar.

Salah satu capaian yang paling disorot menjelang summit adalah keberhasilan India meningkatkan populasi singa Asia di kawasan Greater Gir, Gujarat. Spesies yang sebelumnya berada di ambang kepunahan itu kini menunjukkan pertumbuhan populasi signifikan setelah puluhan tahun mendapat perlindungan hukum dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan.

Pemerintah India memperkirakan populasi singa Asia di Greater Gir telah mencapai sekitar 891 individu pada 2025, menjadikannya salah satu kisah keberhasilan konservasi predator besar paling menonjol di dunia saat ini.

Singa Asia saat ini diketahui hanya bertahan dalam satu populasi liar utama di India. Karena itu, model konservasi Gir diproyeksikan menjadi salah satu referensi penting dalam diskusi internasional mengenai perlindungan spesies langka dan pengelolaan ekosistem jangka panjang.

Spesies tersebut juga mendapat perlindungan hukum tingkat tertinggi di bawah Wildlife Protection Act India 1972 serta masuk dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).

Perlindungan Satwa Tak Bisa Dilakukan Sendiri

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap habitat alami, banyak pakar menilai perlindungan satwa liar tidak lagi bisa dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara.

Fragmentasi habitat, perdagangan satwa ilegal, perubahan iklim, hingga konflik manusia dengan satwa liar menjadi tantangan lintas batas yang membutuhkan kerja sama internasional yang lebih kuat. Para ahli konservasi menilai keberadaan predator puncak seperti singa dan harimau berperan penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan, keberlangsungan ekosistem hutan, serta stabilitas keanekaragaman hayati.

Karena itu, IBCA Summit 2026 akan banyak membahas pendekatan konservasi berbasis sains dan penguatan koordinasi antarnegara, terutama di kawasan ekosistem yang melintasi batas wilayah nasional.

Selain perlindungan habitat, isu koeksistensi manusia dan satwa liar juga diperkirakan menjadi pembahasan utama. Delegasi dari berbagai negara akan bertukar pengalaman mengenai cara mengurangi konflik manusia-satwa sekaligus memastikan masyarakat lokal tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari program konservasi.

India juga mendorong penguatan kerja sama dalam bidang riset, teknologi konservasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembiayaan internasional untuk negara-negara yang masih memiliki keterbatasan dalam perlindungan satwa liar.

Menjelang pelaksanaan summit, India lebih dulu menggelar “Lion Species Spotlight Event” di Sasan Gir, Gujarat, untuk menyoroti perkembangan konservasi singa sekaligus membahas tantangan baru seperti tekanan habitat, perubahan iklim, dan ketahanan ekologi.

Menuju Deklarasi Global Konservasi Kucing Besar

Salah satu hasil utama yang diharapkan dari IBCA Summit 2026 adalah pengesahan “Delhi Declaration on Big Cat Conservation”, yang disebut sebagai deklarasi global pertama mengenai perlindungan kucing besar dunia. Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi kerangka bersama bagi negara-negara peserta dalam memperkuat komitmen terhadap konservasi biodiversitas, perlindungan habitat, dan kerja sama jangka panjang.

India menegaskan bahwa perlindungan predator puncak bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga ketahanan ekosistem, keamanan biodiversitas, dan stabilitas lingkungan global di tengah ancaman krisis iklim.

Dengan tekanan lingkungan yang terus meningkat di berbagai belahan dunia, IBCA Summit 2026 dipandang sebagai ujian penting apakah komunitas internasional mampu bergerak dari upaya konservasi yang terpisah-pisah menuju gerakan global yang lebih terkoordinasi untuk menyelamatkan satwa ikonik dunia beserta habitat alaminya.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Unggulan

LAINNYA