Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

waktu baca 3 menit
3

Menantang asumsi bahwa otoritas intelektual dalam pengambilan keputusan strategis didominasi oleh laki-laki, Founder dan CEO Sanggabiz sekaligus Trainer, Dwi Andi Rohmatika yang biasa dikenal DA, mewakili Indonesia sebagai nomine dalam ajang 2026 Asia-Pacific Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards yang diselenggarakan oleh UN Women. Berkompetisi di Kategori Leadership Commitment, DA menyoroti perjalanan kepemimpinannya dalam memperjuangkan agensi ekonomi perempuan, mulai dari mengubah sistem untuk akar rumput hingga menduduki posisi sebagai eksekutif.

Yogyakarta, 17 September 2026 — Beranjak dari komitmen pribadi untuk mendobrak sistem patriarki di sektor ekonomi, Dwi Andi Rohmatika (DA) resmi menjadi nomine dalam ajang internasional 2026 Asia-Pacific WEPs Awards. Kepemimpinannya membawa narasi kuat bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat, melainkan pakar yang mampu mengarahkan pertumbuhan institusi berskala besar.

Perjalanan kepemimpinan DA bermula dari pengamatannya terhadap ketidakadilan struktural. Tumbuh di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, ia menyaksikan langsung bagaimana ketimpangan di wilayah pedesaan dan norma patriarki membatasi potensi ekonomi perempuan. Pengalaman ini mengekspos masalah mendasar di mana perempuan, termasuk para ibu, janda, pengasuh, dan pengusaha yang kerap kali dianggap tidak utuh secara finansial tanpa adanya validasi atau otoritas laki-laki.

Menjadi perempuan pertama di keluarga besarnya yang meraih gelar sarjana hingga menamatkan pendidikan master di Cambridge Judge Business School, DA mengubah keprihatinan personal tersebut menjadi misi berskala global. “Tidak boleh ada perempuan yang ditolak kesempatannya hanya karena ia berasal dari pedesaan, seorang janda, seorang ibu, pengasuh, atau diremehkan di ruangan yang didominasi laki-laki,” tegas DA dalam komitmen kepemimpinannya.

Saat ini, DA secara aktif duduk di ruang-ruang dewan direksi yang acap kali masih didominasi laki-laki. Ia tidak hadir sekadar sebagai perwakilan simbolis perempuan, melainkan diakui otoritas intelektualnya sebagai pakar yang memberikan masukan krusial terkait valuasi bisnis, strategi perusahaan, keuangan publik, restrukturisasi, serta transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk mewujudkan visinya dalam skala yang eksponensial, DA. mendirikan Sanggabiz. Melalui Sanggabiz, ia menerjemahkan teori bisnis tingkat tinggi menjadi perangkat praktis, seperti sistem dashboard dan digitalisasi Standard Operating Procedure (SOP) yang memanfaatkan AI, agar UMKM milik perempuan memiliki alat mumpuni untuk berjualan, mencatat, mengambil keputusan, dan bertumbuh.

DA juga memastikan perusahaan yang dipimpinnya merefleksikan nilai yang ia suarakan. Sanggabiz secara konsisten menerapkan model kerja inklusif, dengan 75% posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan dan pengalokasian sekitar 10% representasi tim bagi komunitas disabilitas. Hingga saat ini, inisiatif edukasi publik yang dipimpin DA telah berhasil menjangkau lebih dari 20.000 peserta melalui 200 lebih sesi lokakarya, pelatihan, dan forum publik.

Pencapaian Dwi Andi Rohmatika di ajang 2026 Asia-Pacific WEPs Awards ini diharapkan dapat menunjukkan kepada generasi muda bahwa kepemimpinan sejati bagi perempuan berarti dipercaya secara utuh untuk membentuk arah dan kebijakan institusi.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Unggulan

LAINNYA