Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa

waktu baca 5 menit
10

Parents Gathering sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita Harapan (UPH) mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.

Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah baru bagi mahasiswa sekaligus
fase bagi orang tua untuk menyesuaikan cara mendampingi anak. Ketika mahasiswa
mulai belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya,
dukungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui Parents
Gathering
sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di
Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita
Harapan (UPH)
mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk
membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan
dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.

Mengawali acara, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH,
menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di UPH menjadi awal dari hubungan yang
lebih luas antara universitas dan keluarga. UPH berkomitmen memberikan
pendidikan yang tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga
membentuk mahasiswa sebagai pribadi yang utuh.

“Ketika
putra-putri Bapak dan Ibu bergabung dengan UPH, kita menjadi satu keluarga.
Oleh karena itu, kami berkomitmen memberikan pendidikan sebaik-baiknya
berdasarkan ilmu yang setinggi-tingginya, iman kepada Kristus, dan karakter
yang mulia. Kami berharap kerja sama antara UPH dan keluarga dapat menjadi
berkat bagi putra-putri kita,” ucap Rektor UPH.

Rangkaian acara
dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan universitas, mulai dari Presiden
UPH, Wakil Rektor, Wakil Rektor Madya, hingga Dekan Eksekutif. Para Dekan
Eksekutif kemudian memperkenalkan jajaran pimpinan di masing-masing fakultas.
Pengenalan ini memberikan gambaran kepada orang tua mengenai para pemimpin
akademik yang akan turut mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di
UPH.

Peran Orang Tua di Masa Perkuliahan

Memasuki masa perkuliahan, hubungan orang tua dan anak turut mengalami
perubahan. Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean of College of
Arts and Social Sciences UPH sekaligus Dekan Fakultas Hukum UPH
, menekankan
pentingnya kemitraan antara keluarga dan universitas dalam proses tersebut.

“Universitas tidak dapat membentuk anak muda sendirian. Mahasiswa tetap
membutuhkan suara dan doa orang tua yang mengenal mereka jauh sebelum menjadi
mahasiswa. Karena itu, peran orang tua perlu bergeser, dari yang mengatur
setiap keputusan menjadi mentor yang tahu kapan harus berbicara, mendengarkan,
dan memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh,” ungkap Dr. Velliana.

Menurutnya, pendidikan juga perlu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang
bertanggung jawab, bijaksana, berani, dewasa, penuh kasih, dan setia di hadapan
Allah. Karena itu, dukungan orang tua dan pendampingan universitas perlu
berjalan beriringan agar mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sekaligus
tetap mendapatkan arahan dalam menghadapi berbagai tantangan

Pendidikan
UPH
Mempersiapkan Mahasiswa di Tengah Kemajuan
Teknologi

Selain pembentukan
karakter, tantangan masa depan juga menjadi perhatian dalam Parents Gathering. Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee
Chair UPH,
menyampaikan
apresiasi atas kepercayaan orang tua yang memilih UPH sebagai tempat
putra-putri mereka bertumbuh.

Ia menyoroti perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence
(AI) dan robotika, yang semakin memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja.
Menurutnya, perubahan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus
berinovasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang.

“Di tengah
perkembangan AI dan robotika, pendidikan justru menjadi semakin penting. UPH
ingin mahasiswa memiliki keunggulan akademis dan menjadi profesional yang
unggul di bidangnya, tetapi itu tidak cukup. Mereka juga perlu memahami siapa
diri mereka, apa tujuan dan panggilan hidup mereka, serta menggunakan AI dan
teknologi sebagai alat untuk berkarya dan membawa dampak bagi masyarakat,”
ungkapnya.

Melihat
Kualitas UPH dari Perspektif Orang Tua

Pandangan
mengenai pentingnya pendidikan yang membekali mahasiswa untuk menghadapi masa
depan juga dirasakan oleh para orang tua. David Martandi, ayah dari
Gabriella Anastasia Jade Sutanto (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026),
melihat kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan lingkungan yang
memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri
menghadapi dunia profesional.

“Sebagai
orang tua, saya memilih UPH karena melihat pendidikan yang diberikan tidak
hanya berhenti pada akademik. Ada lingkungan yang mendorong anak untuk
berkembang, membangun networking, dan mendapatkan pengalaman yang
relevan dengan dunia kerja. Bagi saya, kombinasi antara pendidikan dan
kesempatan untuk berkembang itulah yang penting sebagai bekal mereka ke depan,”
ungkapnya.

Sementara
itu, Uliya Ariani, ibu dari Anza Danuliya Putrama (Fakultas Hukum,
2026), kualitas pendidikan UPH juga terlihat dari perhatian
terhadap pembentukan pribadi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman selama kuliah
seharusnya menjadi bekal yang melampaui ruang kelas.

“Saya memilih UPH karena melihat pendidikannya tidak hanya mengajarkan
ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mendidik manusianya. Saya berharap
putra saya dan seluruh mahasiswa baru UPH dapat menemukan jati dirinya, menimba
ilmu dengan baik, mampu membawa diri dalam berbagai situasi, menghargai orang
lain dan lingkungannya, serta tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan
dampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Parents
Gathering menjadi awal dari sinergi antara keluarga dan UPH dalam mendukung
mahasiswa menjalani perjalanan perkuliahan. Lebih dari sekadar membangun
kompetensi akademik, perjalanan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal
diri, membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri
menghadapi perubahan zaman. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman
pengembangan diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas
unggul yang takut akan Tuhan dan mampu berdampak positif bagi masyarakat,
bangsa, dan dunia.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version