Jokowi Sudah Blusukan, PSI Masih 1,9 Persen

waktu baca 3 menit
15

JAKARTA | EDITORIAL INDONESIA — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah aktif blusukan dan melakukan roadshow ke sejumlah daerah, tetapi elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih bertahan di angka 1,9 persen.

Temuan tersebut berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Aktivitas politik Jokowi sejauh ini belum terlihat memberikan dorongan elektoral yang signifikan terhadap PSI.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan elektabilitas PSI relatif stagnan dalam sekitar satu setengah tahun terakhir. Kondisi itu belum berubah meski Jokowi aktif melakukan roadshow ke sejumlah daerah.

“Partai Solidaritas Indonesia tidak mengalami perubahan di satu setengah tahun ini. Masih tetap di 1,9 persen, meskipun Joko Widodo melakukan roadshow ke sejumlah daerah,” kata Dedi saat memaparkan hasil survei IPO di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Dalam simulasi pilihan partai politik untuk DPR RI, PSI berada di posisi kesembilan, di bawah delapan partai politik lainnya.

Dikenal 70,2 Persen, Dipilih 1,9 Persen

Hasil survei IPO juga memperlihatkan adanya jarak cukup lebar antara tingkat pengenalan publik terhadap PSI dan elektabilitasnya.

Sebanyak 70,2 persen responden mengaku mengetahui atau pernah melihat logo PSI. Namun, tingkat pengenalan tersebut belum berbanding lurus dengan dukungan politik.

Dalam simulasi pilihan partai untuk DPR RI, PSI hanya memperoleh 1,9 persen.

Temuan ini menunjukkan tantangan PSI bukan hanya meningkatkan pengenalan partai, tetapi juga mengubah tingkat pengenalan tersebut menjadi pilihan politik. Publik bisa saja mengenal sebuah partai tanpa kemudian memasukkannya ke dalam daftar pilihan. Politik memang kadang sesederhana itu, meski para politikus gemar membuatnya terdengar seperti fisika kuantum.

Efek Roadshow Jokowi Belum Terlihat

Dedi menilai dampak aktivitas Jokowi terhadap elektabilitas PSI masih mungkin terlihat pada periode berikutnya.

Menurut dia, survei dilakukan ketika rangkaian roadshow Jokowi masih berlangsung. Karena itu, efek elektoral dari aktivitas tersebut belum sepenuhnya dapat diukur.

“Mungkin dampaknya baru terlihat setelah roadshow selesai, atau dalam satu tahun ke depan. Kalau dilakukan secara konsisten, bisa saja elektabilitasnya naik,” ujar Dedi.

Dengan demikian, angka 1,9 persen dalam survei kali ini belum dapat menjadi gambaran akhir mengenai pengaruh aktivitas Jokowi terhadap elektabilitas PSI.

PSI Masih di Bawah Delapan Partai

Dalam simulasi elektabilitas partai politik, Gerindra berada di posisi teratas dengan 17,5 persen.

PDI Perjuangan menyusul dengan 12,8 persen, kemudian Golkar 10,4 persen dan Demokrat 8,1 persen.

Selanjutnya, PKB memperoleh 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

PSI berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 1,9 persen.

Dengan angka tersebut, terdapat delapan partai politik yang mencatat elektabilitas lebih tinggi dibandingkan PSI.

Metodologi Survei IPO

Survei IPO menggunakan metode multistage random sampling. IPO terlebih dahulu menentukan Primary Sampling Unit (PSU) pada sejumlah kelurahan atau desa, kemudian memilih RT secara acak menggunakan random Kish grid paper.

Pada setiap RT dipilih dua keluarga secara acak. Dari masing-masing keluarga kemudian dipilih satu responden yang memenuhi syarat, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Komposisi responden laki-laki dan perempuan ditetapkan masing-masing 50 persen.

Survei berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. (*)

LAINNYA
Exit mobile version