Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

waktu baca 5 menit
10

Jakarta, 27 Agustus 2026 –  Oleh-oleh selama ini identik sebagai buah tangan yang membawa pulang kenangan perjalanan. Namun di balik produk yang dibawa wisatawan ke berbagai penjuru dunia, kisah tentang destinasi, budaya, dan masyarakat yang melahirkannya sering kali tidak ikut tersampaikan.

Melihat peluang tersebut, Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 hadir untuk mendorong lahirnya cara baru dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Diinisiasi oleh perusahaan MarTech asal Singapura, HOVARLAY, kompetisi mahasiswa tingkat nasional ini mengajak generasi muda untuk mengubah kemasan oleh-oleh menjadi media storytelling yang interaktif dan relevan dengan era digital.

Kompetisi yang diikuti mahasiswa dari lebih dari 40 perguruan tinggi dan politeknik di seluruh Indonesia ini menantang peserta untuk merancang ulang kemasan oleh-oleh tradisional menjadi pengalaman digital yang memungkinkan masyarakat mengenal lebih dekat cerita, budaya, hingga warisan suatu destinasi hanya melalui pemindaian menggunakan smartphone.

Inisiatif ini sejalan dengan perubahan tren pariwisata global, di mana wisatawan kini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang lebih autentik dan bermakna. Di saat yang sama, destinasi wisata membutuhkan cara baru untuk tetap terhubung dengan pengunjung bahkan setelah perjalanan mereka berakhir.

Oleh-oleh menjadi salah satu titik interaksi paling berharga dalam pengalaman wisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan wisatawan mancanegara menghabiskan rata-rata US$143 untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh selama berkunjung ke Indonesia. Meski memiliki jangkauan yang luas, sebagian besar kemasan oleh-oleh masih berfungsi sebatas wadah produk dan belum mampu menyampaikan cerita mengenai daerah asal, tradisi, maupun komunitas yang berada di baliknya.

Meski demikian, perjalanan sebuah oleh-oleh sering kali tidak berhenti pada wisatawan yang membelinya. Produk tersebut umumnya dibagikan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja, sehingga memperkenalkan Indonesia kepada banyak orang yang bahkan belum pernah berkunjung ke tanah air. Melalui NPEA, para peserta diajak mengeksplorasi bagaimana kemasan yang terhubung dengan teknologi dapat mengubah setiap oleh-oleh menjadi “duta digital” yang tidak hanya menyimpan kenangan perjalanan, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu calon wisatawan di masa depan.

Alih-alih hanya berfokus pada desain yang menarik secara visual, peserta ditantang memilih satu destinasi Indonesia mulai dari tradisi budaya, ikon, kawasan pesisir, hingga komunitas lokal untuk kemudian mengubah kemasan oleh-olehnya menjadi sarana untuk mengenalkan cerita dan budaya lokal. Dengan memanfaatkan platform Augmented Reality (AR) yaitu HOVARLAY, mereka menghadirkan pengalaman digital yang menampilkan kisah lokal, tradisi, karya para perajin, bentang alam, hingga kekayaan budaya yang sulit diwujudkan melalui kemasan konvensional.

Kompetisi ini juga mencerminkan perubahan peran kemasan di era digital. Jika sebelumnya kemasan berfungsi untuk melindungi dan mengidentifikasi produk, kini kemasan mulai berkembang menjadi medium baru untuk membangun interaksi, memperkuat cerita merek, hingga mendukung promosi destinasi wisata.

Karya para peserta dinilai oleh para profesional dari berbagai bidang, termasuk Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Creativeans, Waykambas Branding, SUKA STUDIO, serta sejumlah praktisi yang mewakili industri branding, desain, inovasi ritel, dan teknologi imersif.

Karya para finalis akan dipamerkan dalam NPEA Award Ceremony yang diselenggarakan pada rangkaian Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 yang digelar HIPPINDO pada 26 – 27 Agustus 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dalam kompetisi ini, para peserta memperebutkan hadiah senilai lebih dari Rp80 juta yang terbagi dalam lebih dari sepuluh kategori penghargaan.

Dalam acara penghargaan, Ashley Hermawan dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) berhasil meraih Grand Prize, disusul Olivia Aditya dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai Second Prize, serta Nurrahmah Kansa Aradhana dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai Third Prize.

Selain tiga pemenang utama tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga meraih penghargaan dalam sejumlah kategori lainnya, di antaranya dari Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Universitas Budi Luhur (UBL), dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Penyelenggaraan NPEA 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra industri dan teknologi, termasuk Surya Palacejaya, Pixelindie, dan VR/AR Association (VRARA). Kolaborasi ini mempertemukan keahlian dari sektor kemasan, teknologi kreatif, dan pengalaman imersif untuk membuka peluang baru bagi generasi desainer Indonesia.

“Selama puluhan tahun, oleh-oleh membantu orang mengenang tempat yang pernah mereka kunjungi. Kami percaya oleh-oleh juga dapat membantu calon wisatawan memahami mengapa sebuah destinasi layak untuk dikunjungi. Setiap kemasan memiliki potensi menjadi media bercerita, bukan hanya bagi wisatawan yang membelinya, tetapi juga bagi keluarga dan teman yang menerimanya. Ketika sebuah kemasan mampu menginspirasi seseorang untuk mengenal lebih jauh suatu daerah di Indonesia, bahkan merencanakan kunjungannya sendiri, maka pengalaman wisata sesungguhnya terus berlanjut,” ujar Brian Tay, Co-Founder HOVARLAY.

Mengusung tema “Oleh-Oleh Nusantara, Gifts of the Archipelago”, NPEA 2026 menunjukkan bagaimana desain, teknologi, dan storytelling budaya dapat berjalan beriringan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi desainer masa depan menghadapi era connected packaging.

Tentang Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA)

Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 merupakan kompetisi mahasiswa tingkat nasional pertama di Indonesia yang mengajak mahasiswa perguruan tinggi dan politeknik untuk merancang ulang kemasan oleh-oleh tradisional menjadi pengalaman interaktif yang mengangkat destinasi, budaya, dan warisan Nusantara. Melalui teknologi augmented reality berbasis web, peserta mengeksplorasi bagaimana kemasan dapat menjadi medium baru untuk storytelling pariwisata dan keterlibatan budaya.

Informasi lebih lanjut: awards.hovarlay.com 

Tentang HOVARLAY

HOVARLAY merupakan perusahaan MarTech berbasis di Singapura yang mengubah berbagai titik interaksi di dunia nyata, mulai dari kemasan produk, ruang ritel, hingga materi cetak, menjadi pengalaman digital interaktif yang dapat diukur melalui platform augmented reality berbasis web tanpa kode (no-code). Dengan menghadirkan pengalaman imersif tanpa memerlukan aplikasi tambahan, HOVARLAY membantu berbagai organisasi memperkuat storytelling, meningkatkan engagement, serta memperoleh insight yang lebih mendalam dari audiens mereka.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version