Pemenang SOYJOY Nutrition Award 2026 Berbagi Inovasi Gizi di Forum Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI

waktu baca 4 menit
14

Surabaya, 4 Juli
2026
– PT Amerta Indah Otsuka melalui SOYJOY
melanjutkan dukungannya bagi para ahli gizi dengan membawa semangat inovasi
para pemenang SOYJOY Nutrition Award (SNA) 2026 pada acara Temu Ilmiah Nasional
II PERSAGI yang dihadiri lebih dari 515 ahli gizi di Surabaya.

Kehadiran SOYJOY
dalam forum TIN II PERSAGI menjadi kelanjutan dari The 4th SOYJOY Nutrition
Award 2026 yang sebelumnya digelar di Jakarta dan menghimpun 213 program gizi
dari 96 kota di Indonesia. Dari ratusan program tersebut, SOYJOY memberikan
apresiasi kepada tiga program terbaik melalui kategori Best Impact Award,
Best Innovation Award, dan Most Inspiring Award.

 

Tiga pemenang SNA
2026 hadir dengan pendekatan berbeda dalam menjawab tantangan gizi. Wiranto,
S.Gz., Dietisien meraih Best Innovation Award melalui NUTRITOOLS, sebuah
inovasi digital untuk mendukung pembelajaran dan praktik gizi. Tim Gizi RSUPN
Dr. Cipto Mangunkusumo diwakili oleh Ervita Widiarsanti ,S.Gz meraih Best Impact Award melalui
FEEDCYCLE, inovasi reuse feeding buret untuk meningkatkan efisiensi
layanan rumah sakit dan mengurangi limbah medis. Sementara itu, Ihsan Abdul
Aziz, S.Gz. meraih Most Inspiring Award melalui pendekatan circular
economy
dalam pengelolaan food waste dengan inovasi PANGAN LESTARI
(pemanfaatan sisa pangan untuk lingkungan dan ekonomi sirkular) dalam rangka
penurunan stunting.

 

Ketiga program ini
menunjukkan bahwa inovasi gizi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari
pemanfaatan teknologi, efisiensi layanan kesehatan, hingga pengelolaan pangan
berkelanjutan. Melalui sesi talk show di TIN II PERSAGI, para pemenang berbagi
pengalaman tentang bagaimana solusi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari
dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

 

Ihsan Abdul Aziz
sebagai pemenang Most Inspiring Award menjelaskan pada acara sesi
talkshow tersebut bahwa suatu masalah bisa menjadi solusi bagi masalah lain.
Melalui programnya, ia membawa pendekatan circular economy dalam
pengelolaan food waste dan berhasil mengolah lebih dari 100 Kg sampah
makanan menjadi pakan ternak untuk ikan lele dengan nilai gizi yang meningkat
dan diberikan kepada balita stunting dalam bentuk pemberian makanan tambahan.

 

“Banyak solusi gizi
sebenarnya bisa dimulai dari hal yang sangat dekat dengan masyarakat, termasuk
bagaimana kita melihat kembali sisa pangan agar tidak berhenti sebagai limbah.
Melalui PANGAN LESTARI, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan food waste
dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi dan penurunan
stunting. Saya berharap program ini bisa menginspirasi lebih banyak ahli gizi
untuk melihat potensi solusi dari lingkungan terdekat mereka.” ujar Ihsan Abdul
Aziz.

 

Sementara itu,
Wiranto menilai kesempatan berbagi di hadapan para ahli gizi menjadi momentum
penting untuk menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat memperluas akses
pembelajaran dan praktik gizi melalui NUTRITOOLS. Tim Gizi RSUPN DR. Cipto
Mangunkusumo yang diwakili oleh Ervita Widiarsanti menambahkan bahwa inovasi
gizi juga dapat lahir dari perbaikan sistem kerja di fasilitas layanan
kesehatan. Melalui FEEDCYCLE, ia menunjukkan bahwa inovasi teknis di rumah
sakit dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi limbah medis.

 

Menurut Kenny
Aridy, Digital & New Product Development Manager SOYJOY, kisah para
pemenang SNA 2026 menunjukkan bahwa inovasi gizi dapat lahir dari kebutuhan
yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari praktik edukasi, layanan
kesehatan, hingga pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan. Melalui
kehadiran para pemenang di TIN II PERSAGI, SOYJOY ingin membawa cerita dan
pembelajaran tersebut ke ruang yang lebih luas agar dapat memperkuat semangat
kolaborasi di antara para ahli gizi.

 

“Bagi SOYJOY,
mendukung inovasi di bidang gizi merupakan bagian dari misi besar kami untuk
membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Melalui SOYJOY
Nutrition Award, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi para ahli gizi yang
terus menghadirkan solusi nyata dari praktik sehari-hari, sekaligus mendorong
agar inovasi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama
membangun ekosistem gizi yang lebih baik,” ujar Kenny.

 

Selain menghadirkan
para pemenang di TIN II PERSAGI, SOYJOY juga mengajak mereka mengunjungi pabrik
SOYJOY di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, para pemenang melihat
langsung proses produksi SOYJOY, mulai dari pengolahan bahan, penerapan standar
kualitas, hingga sistem keamanan pangan. Pengalaman ini menjadi bagian dari
upaya SOYJOY untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat mengenai proses
produksi pangan yang berkualitas, sekaligus memperkuat pemahaman tentang
pentingnya pilihan konsumsi yang lebih baik.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Unggulan

LAINNYA