Banteng Banten FC Wakili Banten di Soekarno Cup 2026, Laga Perdana Hadapi Banteng Bali

waktu baca 4 menit
4

KOTA TANGSEL | EDITORIALINDONESIA— Banteng Banten FC resmi berangkat ke Surabaya untuk mewakili Provinsi Banten dalam ajang Soekarno Cup 2026. Skuad yang diperkuat 25 pemain tersebut akan menjalani laga perdana menghadapi Banteng Bali, runner-up Soekarno Cup 2025, pada 11 Agustus 2026 di Lapangan Thor Surabaya.

Pelepasan Banteng Banten berlangsung di DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026) malam. Rombongan dilepas jajaran pengurus partai, anggota legislatif, manajemen, tim pelatih, serta orang tua pemain sebelum bertolak menggunakan bus menuju Surabaya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito, meminta seluruh pemain tampil maksimal dan membawa nama baik Banten selama mengikuti turnamen.

“Ini bukan sekadar melepas tim sepak bola. Anak-anak kita berangkat membawa semangat, harapan, dan keyakinan untuk membawa nama baik Provinsi Banten,” kata Wanto.

Menurut Wanto, keikutsertaan Banteng Banten di Soekarno Cup 2026 merupakan kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan hasil pembinaan sepak bola muda di Banten.

Ia menilai tim memiliki modal yang cukup untuk bersaing setelah menjalani persiapan secara intensif selama beberapa bulan. Namun, Wanto mengingatkan pemain agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis.

“Ada tiga hal: latihan yang baik, disiplin, dan kerja sama tim. Saya melihat tiga hal itu sudah ada di Banteng Banten,” ujarnya.

Wanto Titip Sportivitas dan Kekompakan

Wanto juga memberikan sejumlah pesan kepada para pemain yang akan bertanding di Surabaya. Salah satu yang ditekankannya adalah menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Kita ingin menang, tetapi menanglah dengan cara yang terhormat. Sportivitas harus tetap dijaga,” tegasnya.

Selain sportivitas, Wanto meminta pemain menjaga kekompakan. Menurutnya, atmosfer pertandingan di level turnamen akan berbeda dengan laga uji coba yang telah dijalani sebelumnya.

Tekanan mental dan psikologis, kata dia, harus dihadapi secara bersama-sama. Karena itu, seluruh pemain diminta tetap menjaga komunikasi dan semangat sebagai satu kesatuan tim.

Pesan terakhir adalah memberikan kemampuan terbaik.

“Tahun ini Banten bisa mengirimkan tim terbaik. Karena itu, berikan kemampuan terbaik kalian,” ujar Wanto.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Banteng Banten tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan. Disiplin, sportivitas, kekompakan, serta kemampuan menjaga nama baik daerah juga menjadi bagian dari perjuangan tim.

25 Pemain Terpilih dari Proses Seleksi Panjang

Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Sekaligus Ketua Panitia Soekarno Cup Banten, Abraham Garuda Laksono, mengatakan pembentukan Banteng Banten telah dimulai sejak Mei 2026.

Ratusan pemain muda dari berbagai wilayah di Banten mengikuti proses seleksi. Setelah melalui sejumlah tahapan, terpilih 25 pemain yang terdiri atas 20 pemain U-17 dan lima pemain senior untuk memperkuat Banteng Banten di Soekarno Cup 2026.

“Setelah proses panjang, Alhamdulillah, inilah 25 putra terbaik Banten yang akan membawa nama Banten di Soekarno Cup 2026,” ujar Abraham.

Sejak awal Juli, para pemain menjalani training camp dengan tinggal dan berlatih bersama. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun kekompakan dan mental bertanding.

Banteng Banten juga menjalani sejumlah laga uji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen. Pertandingan tersebut menjadi sarana bagi tim pelatih untuk mengukur perkembangan permainan sekaligus menentukan komposisi terbaik.

Dari sisi teknis, Banteng Banten diperkuat head coach berlisensi A, asisten pelatih berlisensi, serta masseur dan tim medis bersertifikat. Seluruh tim dan ofisial juga telah terverifikasi dan terdaftar dalam Soekarno Cup 2026.

Hadapi Runner-up Soekarno Cup 2025

Laga menghadapi Banteng Bali akan menjadi ujian perdana bagi Banteng Banten FC. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 11 Agustus 2026 di Lapangan Thor Surabaya.

Banteng Bali bukan lawan sembarangan. Tim tersebut merupakan runner-up Soekarno Cup 2025 sehingga pertandingan perdana akan menjadi tantangan penting bagi skuad Banten.

Para pemain Banteng Banten dituntut mampu menerjemahkan hasil latihan selama masa persiapan ke dalam pertandingan. Kekompakan, disiplin, serta ketenangan dalam menghadapi tekanan akan menjadi modal penting untuk melewati laga pembuka.

Abraham berharap seluruh proses panjang yang telah dijalani tim dapat berbuah prestasi.

“Doakan dan dukung anak-anak kita. Mudah-mudahan kami bisa memberikan hasil terbaik, pulang membawa Piala Soekarno Cup, dan membawa Banten menjadi tuan rumah Soekarno Cup 2027,” ujarnya.

Bawa Misi Pembinaan Generasi Muda

Keikutsertaan Banteng Banten dalam Soekarno Cup 2026 tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga dan generasi muda di Banten.

Soekarno Cup mengusung semangat Nation and Character Building. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter melalui nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan.

Bagi Banten, keikutsertaan Banteng Banten menjadi kesempatan untuk menguji hasil pembinaan sepak bola daerah sekaligus menunjukkan potensi pemain muda Banten di level nasional.

Pelepasan skuad Banteng Banten turut dihadiri sejumlah jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan, di antaranya Iwan Rahayu, Adi Surya, Asep Rachmatullah, Nia Purnamasari, Gatot Wibowo, Christopher Sebastian, Wawan Sumarwan, Yeremia Mendrofa, Gesuri Mesias Bintang Merah, Muhlis, dan Bambang Janoko. (*)

Unggulan

LAINNYA