Ramadhan, Bulan Perubahan Diri yang Penuh Makna

waktu baca 1 menit
9

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah bulan pelatihan diri. Sebulan penuh kita dilatih untuk mengontrol emosi, menjaga lisan, memperbaiki ibadah, dan memperbanyak kebaikan.

Di bulan ini, suasana terasa berbeda. Masjid lebih ramai, orang-orang lebih mudah berbagi, dan hati terasa lebih lembut. Ini karena Ramadhan membawa energi spiritual yang kuat. Puasa mengajarkan kita tentang sabar. Saat lapar dan haus, kita belajar memahami perasaan mereka yang kekurangan. Dari situlah tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial.

Ramadhan juga menjadi momen refleksi. Banyak orang mulai memperbaiki shalatnya, membaca Al-Qur’an lebih rutin, serta mengurangi kebiasaan buruk seperti berkata kasar atau menunda-nunda pekerjaan. Kebiasaan baik yang dibangun selama 30 hari ini diharapkan bisa terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.

Selain itu, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mempererat hubungan keluarga. Momen sahur dan berbuka bersama menjadi kesempatan langka yang penuh kehangatan. Percakapan sederhana di meja makan bisa menjadi kenangan berharga.

Intinya, Ramadhan adalah bulan perubahan. Bukan hanya perubahan jadwal makan, tetapi perubahan hati, pola pikir, dan kebiasaan. Siapa yang memanfaatkan bulan ini dengan maksimal, ia akan keluar sebagai pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Tuhan.

Penulis:(Faras Ufairah)

Unggulan

LAINNYA