Pasar futures kripto Indonesia dinilai memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital dan beragamnya profil trader. Bittime melihat perkembangan futures dapat memperluas ekosistem aset digital domestik dengan tetap mengedepankan literasi dan manajemen risiko.
Pasar derivatif aset kripto Indonesia memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital global. Secara global, volume perdagangan futures juga tercatat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan perdagangan spot pada periode tertentu, menunjukkan besarnya potensi pasar derivatif dalam ekosistem aset digital.
Di Indonesia, pasar aset kripto saat ini masih didominasi perdagangan spot. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, melaporkan nilai transaksi aset kripto pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, naik tipis dari Rp22,98 triliun pada April 2026.
Perkembangan pasar futures berpotensi menambah ruang aktivitas perdagangan aset digital domestik. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar.
“Kami melihat pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar, futures berpotensi menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional,” ujar Ryan.
Beragam Profil Trader Futures Lokal
Gambaran awal terlihat dari aktivitas pengguna Bittime Futures yang menunjukkan rentang profil trader, mulai dari pengguna dengan modal relatif kecil hingga trader dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS.
Dalam periode beta, terdapat pengguna dengan modal awal di bawah US$500 yang menghasilkan volume perdagangan hingga puluhan ribu dolar AS. Di sisi lain, trader dengan modal lebih besar tercatat membukukan volume transaksi lebih besar melalui ratusan order.
Pola keberhasilan transaksi juga beragam. Salah satu trader aktif mencatat 268 order dengan keuntungan kotor sekitar US$593 dibandingkan kerugian kotor sekitar US$198, tanpa mengalami likuidasi selama periode pengamatan.
Pilihan aset yang diperdagangkan juga menunjukkan minat yang beragam. Lima pasangan futures dengan aktivitas perdagangan tertinggi di Bittime mencakup BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa trader lokal tidak hanya memperdagangkan aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga mengeksplorasi peluang pada aset kripto alternatif.
Data tersebut memberikan gambaran bahwa futures mulai digunakan oleh trader dengan karakter yang beragam. Namun, hasil perdagangan individual tidak mencerminkan potensi keuntungan pengguna lain, mengingat futures memiliki risiko tinggi dan penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian.
Peluang Pendalaman Pasar Aset Digital
Ryan mengatakan salah satu karakteristik futures adalah fleksibilitas strategi dalam menghadapi berbagai kondisi pasar. Berbeda dengan perdagangan spot, futures memungkinkan trader mengambil posisi Long ketika memperkirakan harga akan naik atau Short ketika memperkirakan harga akan turun, berdasarkan analisis dan strategi masing-masing.
“Futures memberikan ruang bagi trader untuk menerapkan strategi berdasarkan analisis dan kondisi pasar, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen risiko yang baik,” kata Ryan.
Dengan jumlah investor aset kripto Indonesia yang telah mencapai lebih dari 22 juta, perkembangan pasar derivatif berpotensi membuka ruang baru bagi ekosistem aset digital domestik. Ke depan, pertumbuhan volume perdagangan, jumlah pengguna, serta peningkatan literasi dan pemahaman risiko akan menjadi faktor penting dalam membentuk pasar derivatif Indonesia yang sehat dan berkelanjutan.
Bittime Hadir di Coinfest Asia di Bali 2026
Perkembangan ini turut ditindaklanjuti melalui berbagai inisiatif Bittime untuk memperkuat ekosistem aset digital domestik, salah satunya lewat side event yang akan digelar bertepatan dengan rangkaian Coinfest Bali 2026 pada 19 Agustus 2026. Acara ini akan mempertemukan pelaku industri, trader, KOL, media, dan mitra ekosistem untuk membahas perkembangan industri aset digital, termasuk peluang dan perkembangan perdagangan crypto futures di Indonesia.
Artikel ini juga tayang di vritimes