Di Tengah Tekanan Pasar, KRAS Jadi Saham Menarik Pilihan Investor

waktu baca 4 menit
8

Di tengah tekanan pasar yang terjadi pada penutupan perdagangan 2 April 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dan mayoritas sektor industri bergerak turun, saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS justru mencatatkan penguatan

Menyikapi fenomena tersebut, analis pasar modal Dr. Riska Afriani
mengatakan, investor memang akan memilih saham-saham yang dinilai menarik dan
memiliki kinerja baik. ”Kalau kondisi seperti ini, investor memilih saham yang
menarik. Salah satunya KRAS,” kata Riska di Jakarta hari ini.

Riska sependapat, bahwa penguatan saham KRAS memang menarik. Mengingat,
bahwa pelemahan IHSG pada hari tersebut bersifat luas dan dipengaruhi sentimen
global. Bukan hanya ketidakpastian geopolitik, melesatnya harga crude oil, dan
terus melemahnya mata uang Rupiah. Bahkan, menurut Riska, pelemahan IHSG juga
ditandai dengan penurunan saham-saham LQ45.

”Saya lihat memang lebih kompleks. Bahkan saham blue chip juga dijual, ini
kan menimbulkan kekhawatiran signifikan. Jadi, panic selling terhadap
investor.” jelas Riska.

Karena itulah Riska sependapat bahwa pergerakan KRAS menunjukkan dinamika
yang berbeda. Apalagi, saham sektor industri juga mengalami penurunan 2,23%
pada penutupan perdagangan minggu lalu.

Riska setuju bahwa penguatan saham KRAS mencerminkan adanya minat beli yang
lebih selektif dari investor, yang mulai melihat potensi jangka menengah hingga
panjang dari proses transformasi yang tengah berlangsung di dalam perusahaan.

Bahkan, kata Riska, dalam situasi pasar yang cenderung defensif, saham
dengan karakteristik turnaround story seperti KRAS kerap menjadi alternatif
bagi investor yang mencari peluang di luar pergerakan pasar secara umum.

”Kenaikan KRAS memang dipengaruhi faktor internal perusahaan, yang
fundamental. Apalagi sekarang KRAS membaik, yang bisa dilihat dari laba 2025
yang naik signifikan. Dari
rugi Rp2,8 T pada 2024 membalik menjadi untung Rp5,7 T pada 2026,” kata dia.
Terlebih, lanjut Riska, laba tersebut diperoleh melalui kinerja operasional.

”KRAS juga melakukan transformasi dan restrukturasi. Sekarang sudah menjadi
lebih sehat dan dari sisi efisiensi juga naik. Makanya, ini sebenarnya lebih
pada faktor investor yang mulai percaya lagi terhadap saham KRAS,” jelasnya.

Termasuk di antaranya, strategi transformasi Krakatau Steel bertajuk ”KS
Reborn”. KS Reborn merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi
dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan
yang berkelanjutan. ”Manajemen KRAS kan juga bilang ini momentum kebangkitan,”
imbuh Riska. 

Dari sisi teknikal, Riska juga mengatakan, bahwa pergerakan KRAS yang tetap
menguat di tengah tekanan pasar, mengindikasikan adanya fase akumulasi awal.
Saham yang mampu bertahan dan bahkan menguat saat pasar melemah umumnya
mencerminkan adanya keyakinan investor terhadap prospek perusahaan tersebut.

Mengenai kinerja positif KRAS, sebelumnya disampaikan Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan.

Akbar menyampaikan, bahwa perusahaan sukses membalikkan kinerja keuangan
(financial turnaround) yang impresif pada tahun buku 2025. Hal tersebut, antara
lain ditandai dengan raihan laba bersih sebesar USD 339,64 juta (setara Rp5,68
triliun).

“Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para
pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi
pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang
kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri
baja nasional,” ujar Akbar Djohan 

Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Krakatau Steel
(Persero) Tbk Daniel Fitzgerald Liman menyebut, bahwa harga saham KRAS
mengalami pergerakan menggembirakan. Bahkan, kinerja historis KRAS juga
bergerak sebesar 164% selama setahun terakhir, dengan rentang harga 52 minggu
antara 102 dan 436. ”Ketika pekan lalu IHSG melemah, kami tetap stabil pada
harga Rp314,” ujarnya.

Kondisi demikian, menurut Daniel, tak lepas dari kinerja finansial yang
positif, yang sebagian besar merupakan kontribusi kinerja operasional
perusahaan.

Selain membukukan laba  bersih setara
Rp5,68 triliun, kata Daniel, sepanjang 2025 Perseroan juga berhasil membukukan
pendapatan sebesar USD 959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan
produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0% dibandingkan
tahun sebelumnya.

Daniel menambahkan, ketangguhan Krakatau Steel pada 2025 tidak hanya
tercermin pada angka laba, tetapi juga terlihat jelas dari struktur neraca yang
kian sehat dan kokoh. Perseroan berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan
mencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24
triliun. Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban
utang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun
sebesar 17,04% menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).

Artikel ini juga tayang di vritimes

Unggulan

LAINNYA