Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas

waktu baca 4 menit
4

Bittime menyoroti pergerakan Bitcoin dan Ethereum setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Melalui Bittime Futures, pengguna memiliki pilihan posisi long dan short untuk menyesuaikan strategi perdagangan dengan kondisi pasar, dengan tetap mengutamakan manajemen risiko dan memahami risiko penggunaan leverage.

Harga Bitcoin bergerak di kisaran US$80.000 setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Oktober 2026. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tekanan inflasi yang masih tinggi, Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan makroekonomi sekaligus menerapkan manajemen risiko dalam menghadapi volatilitas aset digital.

Dalam pertemuan FOMC pada 27–28 Oktober 2026, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4%. Keputusan tersebut disetujui dengan hasil pemungutan suara 10–2. Sedangkan, dua pejabat The Fed, Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack, memiliki perbedaan pendapat dan memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dalam pernyataan resminya, The Fed menilai aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh kuat, sementara inflasi tetap berada pada tingkat yang tinggi. Bank sentral juga menekankan perlunya mengumpulkan lebih banyak data untuk menentukan arah kebijakan yang sesuai guna mengembalikan inflasi ke target 2%.

Keputusan mempertahankan suku bunga tidak serta-merta menghilangkan ketidakpastian di pasar keuangan. Pelaku pasar masih harus mempertimbangkan kemungkinan suku bunga bertahan tinggi lebih lama, terutama apabila tekanan inflasi belum mereda.

Berdasarkan laporan Reuters respons pasar keuangan secara umum relatif terbatas setelah keputusan tersebut. Sementara itu, kenaikan harga Bitcoin turut dibatasi oleh kenaikan harga minyak yang menekan sentimen pasar.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa keputusan suku bunga perlu dibaca bersama dengan pesan yang disampaikan bank sentral mengenai prospek inflasi dan kondisi ekonomi.

“Keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti ketidakpastian pasar langsung berakhir. Investor masih perlu mencermati bagaimana inflasi berkembang dan bagaimana The Fed merespons data ekonomi berikutnya. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memengaruhi selera risiko investor, termasuk terhadap aset kripto,” ujar Ryan.

Bitcoin dan Ethereum Jadi Fokus di Tengah Volatilitas

Berdasarkan data CoinMarketCap, pada 29 Oktober 2026 siang harga Bitcoin berada di sekitar US$80.000. Bitcoin melemah 1,71 persen dalam 24 jam terakhir dan 2,38 persen dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Bitcoin sempat melemah di kisaran US$79.800

Sementara itu, Ethereum menunjukkan harga di kisaran US$2.300. ETH melemah 2,51 persen dalam sehari terakhir dan 5,91 persen sepekan terakhir. Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, Ethereum turut menjadi perhatian investor ketika pasar mengevaluasi kembali prospek aset berisiko setelah keputusan bank sentral.

“Dalam situasi seperti ini, investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu pengumuman atau pergerakan harga harian. Memahami konteks pasar, menentukan batas risiko, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi masing-masing menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan secara lebih terukur,” kata Ryan.

Selain Bitcoin dan Ethereum, pergerakan altcoin juga mengalami penurunan, contohnya, Hyperliquid (HYPE). Berdasarkan data Coinmarketcap menunjukkan harga HYPE berada di sekitar US$78,45. HYPE melemah 3,92 dalam 24 jam terakhir dan 1,41 persen dalam sepekan terakhir, 

Karena itu, investor perlu menghindari asumsi bahwa seluruh aset kripto akan bergerak dengan arah dan tingkat volatilitas yang seragam. Evaluasi terhadap karakteristik dan risiko masing-masing aset tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan investasi atau perdagangan.

Peluang Futures di Tengah Perubahan Kondisi Pasar

Dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, Bittime menyediakan Bittime Futures sebagai bagian dari ekosistem perdagangan aset digital. Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long atau short berdasarkan analisis pasar mereka. 

Dengan mengusung positioning sebagai Indonesia’s Gateway to Global Assets, Bittime menyediakan ekosistem aset digital terintegrasi yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk merespons perubahan kondisi pasar.

Bittime Futures menawarkan leverage hingga 25 kali serta pilihan Cross Margin dan Isolated Margin. Fitur tersebut memungkinkan trader menyesuaikan pendekatan perdagangan berdasarkan strategi dan toleransi risiko masing-masing. Namun, penggunaan leverage juga meningkatkan risiko karena perubahan harga yang relatif kecil dapat berdampak lebih besar terhadap modal yang digunakan.

Pada perdagangan dengan leverage, pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi dapat menyebabkan kerugian signifikan dan likuidasi posisi apabila persyaratan margin tidak lagi terpenuhi. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, risiko tersebut dapat meningkat, sehingga penggunaan leverage memerlukan pemahaman yang memadai mengenai mekanisme perdagangan dan pengelolaan risiko.

Ryan menambahkan bahwa ketersediaan pilihan perdagangan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap konsekuensi setiap keputusan.

“Fitur perdagangan seperti posisi long dan short serta pilihan margin dapat membantu trader menyesuaikan strategi dengan pandangan mereka terhadap pasar. Namun, leverage bukan jaminan keuntungan. Trader perlu memahami potensi kerugian, menetapkan batas risiko, dan menggunakan fitur yang tersedia secara bijak sesuai kemampuan finansial serta toleransi risiko masing-masing,” tutup Ryan.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version