BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantar

waktu baca 3 menit
8

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari
Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli, PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk atau BRI menegaskan konsistensinya dalam memberikan kontribusi
terhadap penerimaan negara. Di bawah supervisi Danantara, BRI terus memantapkan
perannya sebagai salah satu penyetor pajak terbesar dari industri keuangan di
Indonesia. Kontribusi ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam menciptakan
nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi negara.

Di tengah situasi
perekonomian global yang penuh tantangan, BRI tetap konsisten memberikan
kontribusi setoran terhadap negara. Pada tiga bulan pertama 2026, total setoran
BRI  (konsolidasian) mencapai Rp19,1
triliun, yang terdiri dari Rp8,1 triliun pajak dan Rp11,0 triliun dividen tahun
berjalan.

Apabila ditarik ke
belakang, konsistensi kontribusi tersebut tercermin dalam capaian selama tiga
tahun terakhir. Pada 2023, BRI membayarkan setoran sebesar Rp50,5 triliun yang terdiri dari pajak senilai Rp27,3 triliun dan dividen tahun berjalan sebesar
Rp23,2 triliun. Selanjutnya, pada 2024, setoran BRI menjadi Rp57,6 triliun yang terdiri dari Rp31,9
triliun pajak dan dividen tahun berjalan sebesar Rp25,7 triliun. Pada 2025, BRI
kembali memberikan kontribusi kepada negara melalui setoran sebesar Rp55,8
triliun yang terdiri dari Rp28,1 triliun pajak dan dividen tahun berjalan
sebesar Rp27,7 triliun.

Adapun setoran
tersebut mencakup berbagai komponen kewajiban kepada negara, mulai dari Pajak
Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, Pajak
Penghasilan Badan, dan Pajak Daerah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa setoran pajak
merupakan bagian dari kontribusi nyata BRI dalam mendukung penerimaan negara
dan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Badan Pengaturan BUMN
dan Danantara Indonesia dalam mendorong penciptaan nilai tambah atau value
creation
yang berkelanjutan bagi negara.

“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan
tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari
kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hery menekankan bahwa kekuatan kontribusi BRI
kepada negara mencerminkan posisi strategis perusahaan dalam mendukung struktur
fiskal dan pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh.

Kemampuan BRI dalam memberikan kontribusi yang
berkelanjutan kepada negara ditopang oleh fundamental bisnis yang tetap kuat
serta pertumbuhan kinerja yang sehat. Hingga Kuartal I 2026, BRI Group berhasil
mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh positif di tengah
tekanan global yang masih berlangsung. Total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY
mencapai Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7% menjadi
Rp1.562 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun
sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai
Rp1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat
dibandingkan Kuartal I 2025 sebesar 65,77% .

“Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan
nilai (value creation) BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada
negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan
yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal
melalui penerimaan pajak negara,” tambah Hery.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version