Hingga Februari 2026, Pembiayaan Mobil Bekas BRI Finance Tumbuh 169,34% y.o.y

waktu baca 2 menit
5

Jakarta, 6 Maret 2026 – Di tengah dinamika pasar otomotif nasional, segmen kendaraan bekas masih menunjukkan peluang pertumbuhan yang menarik. Ketika sebagian masyarakat semakin selektif dalam mengatur pengeluaran, kendaraan bekas kerap menjadi pilihan yang lebih rasional untuk tetap memenuhi kebutuhan mobilitas.

Sejalan dengan tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menilai pembiayaan kendaraan bekas masih memiliki prospek yang positif serta dapat berperan sebagai pelengkap bagi pembiayaan kendaraan baru dalam menjaga aktivitas pembiayaan otomotif secara keseluruhan.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengatakan bahwa kendaraan bekas sering menjadi alternatif bagi masyarakat karena harganya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kendaraan baru.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat yang relatif stabil turut menjaga permintaan kendaraan, baik baru maupun bekas. Dengan pasar kendaraan bekas yang cukup luas, segmen ini dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan dan dapat berkontribusi terhadap kinerja pembiayaan perusahaan.

Dalam menjalankan bisnisnya, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Perusahaan menerapkan proses seleksi yang ketat guna menjaga kualitas portofolio sekaligus memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Wahyudi menyampaikan, “Dinamika di pasar kendaraan baru juga dapat memengaruhi preferensi konsumen. Pada kondisi tertentu, sebagian masyarakat memilih kendaraan bekas sebagai alternatif yang lebih ekonomis.”

Meski memiliki karakteristik pasar yang berbeda, permintaan kendaraan baru dan bekas pada dasarnya saling melengkapi. Pergerakan di kedua segmen tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari daya beli masyarakat, kebutuhan mobilitas, hingga kondisi ekonomi secara umum.

“BRI Finance terus memantau perkembangan pasar otomotif serta menerapkan pendekatan yang selektif dalam menyalurkan pembiayaan pada kedua segmen tersebut,” jelas Wahyudi.

Dari sisi kinerja, hingga Februari 2026 BRI Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil bekas sebesar 169,34% secara tahunan (year-on-year). Kontribusi segmen ini terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan tercatat sebesar 9,79%.

Untuk mendorong pertumbuhan segmen kendaraan bekas, BRI Finance terus memperkuat kerja sama dengan berbagai dealer dan mitra penjual kendaraan. Perusahaan juga mengoptimalkan aktivitas pemasaran melalui berbagai kanal distribusi yang dimiliki.

Selain itu, BRI Finance terus meningkatkan efisiensi proses pembiayaan guna memberikan kemudahan bagi calon konsumen dalam mengakses layanan pembiayaan, khususnya menjelang periode meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat seperti momentum Lebaran.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version