KAI Perkuat Mitigasi Operasional LRT Jabodebek Jelang Puncak Mudik Lebaran

waktu baca 3 menit
5

KAI melakukan penguatan sistem operasional LRT Jabodebek dengan menyiapkan suku cadang, perawatan sarana, dan personel pengamanan untuk memastikan layanan tetap optimal.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat langkah mitigasi operasional dan keandalan sistem LRT Jabodebek menjelang periode mobilitas tinggi masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi operasional sekaligus upaya memastikan layanan LRT Jabodebek tetap berjalan aman, andal, dan tepat waktu selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyampaikan bahwa KAI terus melakukan penguatan sistem operasional guna meminimalkan potensi gangguan layanan, khususnya pada periode Angkutan Lebaran yang identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

“KAI melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan operasional yang pernah terjadi sebagai bahan evaluasi untuk semakin memperkuat kesiapan layanan. Langkah-langkah tersebut disiapkan guna menjaga keandalan operasional LRT Jabodebek selama periode Angkutan Lebaran,” ujar Radhitya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan operasional, LRT Jabodebek menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, antara lain:

-penyediaan suku cadang sarana dan prasarana siap pakai;

-perawatan dan pemeliharaan terpadu pada sarana dan prasarana;

-perbaikan dan penggantian komponen pada sarana untuk menjaga keandalan sistem kereta;

-pelumasan rel pada titik lengkung kecil secara periodik guna menjaga kualitas perjalanan kereta;

-pemeriksaan kelengkapan dan fungsi fasilitas operasi serta fasilitas stasiun;

-penempatan tenaga flying gang di sejumlah stasiun untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.

Selain itu, KAI juga menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan luar biasa pada sistem loket dan gate yang menyebabkan layanan tiket elektronik tidak dapat beroperasi. Dalam kondisi tersebut, layanan kepada pengguna tetap dapat berjalan melalui skema alternatif berupa penggunaan tiket cetak harian manual.

Selama periode 18–24 Maret 2026, LRT Jabodebek tetap beroperasi melayani masyarakat dengan 270 perjalanan setiap hari dengan tarif maksimal Rp10.000 guna mendukung mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Untuk memastikan pelayanan kepada pengguna berjalan optimal, KAI juga menyiagakan 243 petugas frontliner yang terdiri dari 119 Passenger Service dan 124 Ticketing Officer. Selain itu, layanan operasional juga didukung oleh 527 personel pengamanan yang bertugas menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna di area stasiun maupun perjalanan kereta.

Ditambahkan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memastikan perjalanan masyarakat selama masa Lebaran dapat berlangsung lancar.

“KAI terus melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh, baik dari sisi operasional, pelayanan, maupun pengamanan, agar masyarakat dapat menikmati perjalanan menggunakan LRT Jabodebek dengan aman, nyaman, dan tepat waktu selama periode Angkutan Lebaran 2026,” tutup Radhitya.

Melalui penguatan mitigasi operasional tersebut, KAI berharap layanan LRT Jabodebek tetap dapat memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi publik selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version