KAI Daop 9 Jember Catatkan OTP Tinggi dan Zero Accident Selama Masa Angkutan Nataru 2025/2026

waktu baca 4 menit
15

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatatkan kinerja operasional yang impresif selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan padatnya lalu lintas perjalanan kereta api, KAI Daop 9 Jember berhasil menjaga On Time Performance (OTP) tetap optimal serta mencatatkan Zero Accident atau nihil kecelakaan sepanjang periode angkutan.

Jember, 07 Januari 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatatkan kinerja operasional yang impresif selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan padatnya lalu lintas perjalanan kereta api, KAI Daop 9 Jember berhasil menjaga On Time Performance (OTP) tetap optimal serta mencatatkan Zero Accident atau nihil kecelakaan sepanjang periode angkutan.

Selama masa Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, OTP keberangkatan (Departure OTP) perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember tercatat 100 persen. Total kereta api yang beroperasi sebanyak 26 perjalanan KA, terdiri dari 24 KA reguler serta 2 KA fakultatif yaitu KA Mutiara Timur Tambahan relasi Ketapang–Surabaya Gubeng PP, seluruhnya diberangkatkan tepat waktu sesuai jadwal dari stasiun awal, seperti Stasiun Ketapang dan Stasiun Jember.

Sementara itu, OTP kedatangan (Arrival OTP) mencapai 99,65 persen. Capaian ini menunjukkan kemampuan Daop 9 Jember dalam menjaga ketepatan waktu kedatangan meskipun terjadi peningkatan volume perjalanan kereta api di jalur-jalur padat selama masa libur panjang.

Sebagai perbandingan, pada masa Angkutan Nataru 2024/2025, OTP keberangkatan juga tercatat 100 persen, sedangkan OTP kedatangan berada di angka 99 persen. Dengan demikian, pada masa Angkutan Nataru 2025/2026 terjadi peningkatan OTP kedatangan sebesar 0,65 persen. Meski secara persentase tidak terlalu signifikan, peningkatan ini mencerminkan konsistensi dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan operasional perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan KAI yang siaga penuh selama masa Nataru.

“Ketepatan waktu perjalanan kereta api menjadi salah satu indikator utama kualitas layanan KAI. Alhamdulillah, selama masa Angkutan Nataru 2025/2026, Daop 9 Jember mampu menjaga OTP keberangkatan 100 persen dan OTP kedatangan 99,65 persen. Ini merupakan hasil dari perencanaan operasional yang matang, koordinasi lintas unit yang intensif, serta kesiapan sarana dan prasarana yang prima,” ujar Cahyo.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah faktor kunci keberhasilan dalam menjaga kinerja operasional tersebut, antara lain optimalisasi dwelling time atau waktu berhenti kereta di stasiun, koordinasi intensif antar unit pengatur perjalanan melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop), serta kesiapan lokomotif dan rangkaian kereta yang andal sehingga mampu meminimalisir potensi gangguan teknis di lintas.

Tidak hanya unggul dari sisi ketepatan waktu, KAI Daop 9 Jember juga mencatatkan kinerja gemilang dalam aspek keamanan dan keselamatan perjalanan. Selama periode Angkutan Nataru, seluruh operasional perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember berjalan dengan Zero Accident atau nihil kecelakaan.

Sebagai bentuk mitigasi risiko, Daop 9 Jember meningkatkan kesiagaan prasarana dengan menempatkan petugas penjaga ekstra di titik-titik rawan, seperti wilayah yang berpotensi banjir, longsor, maupun tanah labil, mengingat masa Nataru bertepatan dengan musim hujan. Selain itu, KAI juga menyiagakan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di sejumlah stasiun strategis, antara lain Stasiun Probolinggo, Jember, dan Kalibaru, guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan akibat faktor alam.

Dari sisi pengamanan, KAI Daop 9 Jember mengerahkan personel keamanan gabungan yang terdiri dari Polsuska, Security, serta dukungan eksternal dari unsur TNI dan Polri. Patroli rutin juga dilakukan di sepanjang jalur kereta api untuk mengantisipasi potensi gangguan eksternal, seperti pelemparan batu maupun aktivitas ilegal di jalur KA.

Perhatian khusus juga diberikan pada aspek keselamatan di perlintasan sebidang. KAI Daop 9 Jember melaksanakan sosialisasi masif di perlintasan rawan kecelakaan serta menambah petugas penjaga perlintasan (PJL) ekstra guna memastikan keselamatan pengguna jalan raya sekaligus menjamin kelancaran perjalanan kereta api.

Menurut Cahyo, keberhasilan menjaga kinerja operasional dan keselamatan selama masa Nataru merupakan wujud komitmen manajemen KAI dalam memberikan layanan transportasi publik yang andal dan aman.

“Keberhasilan ini adalah hasil dedikasi seluruh insan KAI Daop 9 Jember yang bekerja 24 jam tanpa henti selama masa Angkutan Nataru. Bagi kami, keselamatan bukan sekadar prioritas, tetapi merupakan nilai utama yang tidak bisa ditawar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penutup, KAI Daop 9 Jember juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan mematuhi aturan yang berlaku, antara lain:

– Tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 181.

– Mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang, sesuai Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

– Tidak melempar benda apa pun ke arah kereta api karena membahayakan keselamatan perjalanan dan dapat dikenakan sanksi pidana.

– Menggunakan perlintasan resmi dan menjaga kewaspadaan, dengan berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintas rel kereta api.

KAI Daop 9 Jember berharap sinergi antara operator, aparat, dan masyarakat dapat terus terjaga demi menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan tepat waktu.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Unggulan

LAINNYA