Tips untuk Mengurangi Membandingkan Hidup dengan Orang di Medsos

waktu baca 4 menit
10

Scroll media sosial sudah jadi bagian dari keseharian. Bangun tidur cek notifikasi, istirahat kerja buka timeline, sebelum tidur masih sempat lihat story orang lain. Tanpa disadari, kebiasaan ini sering memicu perasaan membandingkan hidup sendiri dengan potongan hidup orang lain.

Ada yang baru liburan, ada yang pamer pencapaian karier, ada yang terlihat selalu bahagia. Di saat yang sama, kamu mungkin sedang lelah, keuangan lagi dijaga, atau hidup terasa datar. Simak tips untuk tidak membandingkan hidup dengan orang lain.

1. Sadari bahwa medsos itu potongan cerita

Langkah pertama yang paling penting adalah menyadari bahwa media sosial menampilkan versi terkurasi dari kehidupan seseorang. Di layar adalah momen terbaik, bukan keseluruhan cerita. Ada proses panjang, perjuangan, dan hari hari biasa yang tidak ikut terunggah.

Saat kamu melihat pencapaian orang lain, ingat bahwa kamu tidak sedang melihat perjalanan lengkapnya. Dengan kesadaran ini, perasaan membandingkan bisa mulai diredam karena kamu tahu konteksnya tidak utuh.

2. Perhatikan momen saat mulai membandingkan

Coba amati kapan perasaan membandingkan paling sering muncul. Apakah saat sedang lelah, bosan, atau kurang puas dengan kondisi sendiri. Biasanya, perbandingan lebih mudah muncul saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa lebih sigap menjaga diri. Saat tahu sedang rapuh, mungkin kamu bisa memilih untuk tidak scrolling terlalu lama atau mengalihkan perhatian ke aktivitas lain yang lebih menenangkan.

3. Kurasi timeline dengan lebih sadar

Timeline kamu dibentuk oleh akun yang kamu ikuti. Jika isinya terlalu sering memicu rasa kurang, tidak ada salahnya mulai mengkurasi. Unfollow atau mute akun yang membuatmu terus merasa tertinggal.

Kamu berhak memilih konten yang lebih relevan dan memberi energi positif. Media sosial seharusnya menjadi ruang yang membuatmu merasa cukup, bukan tertekan.

4. Batasi waktu, bukan menghilang total

Menghindari media sosial sepenuhnya sering terasa tidak realistis. Banyak informasi, relasi, dan hiburan ada di sana. Yang lebih masuk akal adalah membatasi waktu penggunaannya.

Menentukan jam khusus untuk scrolling membantu kamu tetap terhubung tanpa kehilangan kendali. Dengan batas yang jelas, media sosial tidak lagi menguasai pikiran sepanjang hari.

5. Fokus ke proses hidup sendiri

Setiap orang punya garis waktu yang berbeda. Ada yang cepat terlihat berhasil, ada yang jalannya lebih pelan. Fokus ke proses hidup sendiri membantu kamu kembali ke realita yang sedang dijalani.

Tanyakan pada diri sendiri apa yang sedang kamu bangun saat ini. Karier, kesehatan, hubungan, atau stabilitas keuangan. Menghargai proses membuat pencapaian kecil terasa berarti, meski tidak terlihat spektakuler di layar orang lain.

6. Kurangi validasi dari angka

Like, view, dan komentar sering dijadikan tolok ukur tanpa sadar. Padahal, angka tersebut tidak selalu mencerminkan nilai diri atau kualitas hidup.

Mengurangi ketergantungan pada validasi eksternal membantu kamu lebih percaya pada diri sendiri. Kepuasan datang dari apa yang kamu jalani, bukan dari reaksi orang lain.

7. Bangun rutinitas di dunia nyata

Semakin penuh hidup di dunia nyata, semakin kecil ruang untuk membandingkan diri dengan orang lain di layar. Aktivitas sederhana seperti olahraga, membaca, memasak, atau ngobrol dengan orang terdekat memberi rasa hadir yang lebih utuh.

Rutinitas ini membantu kamu kembali ke tubuh dan pikiran sendiri. Hidup terasa lebih nyata dan tidak terus diukur dari pencapaian orang lain.

8. Hubungan medsos dan keuangan pribadi

Perbandingan di media sosial sering berdampak ke keputusan keuangan. Melihat gaya hidup orang lain bisa memicu keinginan belanja impulsif atau merasa tertinggal secara finansial.

Dengan pikiran yang lebih tenang, keputusan keuangan cenderung lebih rasional. Kamu bisa fokus pada tujuan sendiri tanpa terdorong mengikuti standar hidup yang tidak sesuai kondisi.

Menyusun Tujuan Keuangan yang Realistis

Daripada membandingkan diri dengan pencapaian finansial orang lain, lebih baik menyusun tujuan yang relevan dengan hidupmu. Tujuan ini memberi arah dan rasa aman.

Keuangan yang sehat dibangun dari konsistensi, bukan dari kecepatan. Langkah kecil yang dilakukan rutin sering memberi hasil lebih stabil dalam jangka panjang.

Deposito di neobank sebagai Opsi Investasi Tenang

Bagi kamu yang ingin mengelola keuangan dengan lebih matang, deposito online bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Deposito membantu kamu menyimpan dana dengan tujuan jelas, suku bunga deposito kompetitif, dan tingkat risiko yang relatif rendah dibandingkan saham. 

Kamu bisa membuka Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce dengan modal mulai dari Rp100.000 saja. Nikmati bunga deposito neobank yang kompetitif dengan tenor yang beragam sesuai kebutuhan, mulai dari 7 hari hingga 12 bulan. 

Jika ingin mempelajari opsi deposito yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank  di PlayStore atau App Store

Kunjungi link Deposito WOW untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan terbaru mengenai Deposito WOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel ini juga tayang di vritimes

Unggulan

LAINNYA