Didukung Telkom, YPKKT Gelar Pelatihan Barista Kopi di Tangsel

  • Bagikan
Pelatihan Barista Kopi Untuk Pemula bertempat di Resto Kampoeng Anggrek, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 6 April 2024. (Foto : Istimewa)

KOTA TANGSEL | EDITORIAL INDONESIA — Generasi Zoomer (Gen-Z) yang ingin menjadi peracik kopi handal merasa terfasilitasi dengan adanya pelatihan barista.

Hal itu disampaikan Nicholas Daniel Kairupan (17) saat mengikuti ‘Pelatihan Barista Kopi Untuk Pemula’ bertempat di Resto Kampoeng Anggrek, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 6 April 2024.

“Ini (pelatihan) pas buat aku yang ingin mendalami soal kopi, dan punya cita-cita menjadi barista,” kata Nicholas.
Pelatihan keahlian tersebut diselenggarakan Yayasan Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis (YPKKT) bekerjasama dengan Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana, Kementerian BUMN, dan Telkom.

Nicholas mengungkapkan, mengikuti pelatihan barista ternyata jauh lebih seru daripada yang dia bayangkan.

“Menurut saya, pelatihan barista ini sangat bermanfaat buat generasi saya,” ucapnya.

“Sebab tidak hanya mengetahui cara meracik, alat, dan jenis kopi. Tapi, saya juga lebih tau sejarah tentang kopi,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana mengatakan, bahwa berdasarkan informasi sudah ada peserta dari pelatihan barista yang menjadi pengusaha kopi.

“Saya dapat informasi sudah ada beberapa peserta yang berani membuka kedai kopi kecil-kecilan,” ujar Ananta.

Oleh karenanya, Ananta mendukung para peserta pelatihan yang ingin membuka kedai kopi atau usaha lain, dan jangan khawatir soal permodalan.

“Teman-teman yang lain, ayo buat usaha juga. Kalau terkendala akses modal bisa hubungi BUMN, yang memberikan pinjaman tanpa agunan,” katanya.

Sementara itu, Master Kopi, Deta Indra dalam materi pelatihan menyampaikan sejarah, jenis, penanaman, proses panen, proses produksi, hingga praktik meracik kopi.

“Tadi kita sampaikan beberapa materi dasar seputar kopi,” terang Deta
Untuk menjadi seorang barista, Deta mempraktekkan berbagai metode penyeduhan kopi.

“Paling dasar itu, metode penyeduhan Kopi Tubruk. Nama itu diberikan karena proses penyeduhannya mempertemukan langsung antara air dan kopi atau saling bertubrukan,” jelasnya.

Deta juga mempraktek metode penyeduhan kopi dengan alat berbentuk corong atau kerucut menyerupai huruf V, yang memiliki besar 60 derajat.

“Nah, kalau yang ini disebutnya V60 sesuai bentuk alatnya,” katanya.
Lebih lanjut, Deta mengungkapkan, saat ini Indonesia merupakan negara dengan penghasil dan pengkonsumsi kopi terbanyak.

“Kita negara produksi terbanyak kopi ke-3. Dan, pengkonsumsi kopi terbanyak ke-5. Jadi, usaha kopi sangat menjanjikan,” imbuhnya.

Dalam pantauan, para peserta yang terdiri dari Gen Z dan aktivis gereja sangat antusias dalam bertanya, hingga mencoba secara langsung proses penyeduhan kopi.

Di akhir kegiatan, Ananta memberikan hadiah berupa alat giling kopi manual beserta kopi, dan bantuan paket sembako kepada peserta. (TIM)

  • Bagikan