Publik Lebih Menyukai Zulkifli Hasan Dibanding Prabowo Subianto

waktu baca 2 menit
161

JAKARTA | EDITORIAL INDONESIA — Sosok Zulkifli Hasan (Zulhas) jauh lebih disukai publik dibandingkan Prabowo Subianto. Hal itu berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu berhasil menempati urutan kelima dengan persentase 82.7 persen sebagai tokoh paling disukai, sementara Prabowo Subianto hanya mencapai posisi ke 11 dengan persentase 73.8 persen.

Meskipun dalam skema popularitas, Prabowo Subianto merupakan tokoh paling populer dengan persentase 97.6 persen, hanya saja 26.2 menyatakan tidak menyukai Prabowo. Sementara Zulkiplo dalam skema popularitas berada di urutan 8 dengan persentase 57.0 persen.

“Zulhas mendapat persepsi baik, karakternya yang tidak menonjol dalam upaya-upaya kontestasi membuatnya jauh lebih disukai dibanding tokoh-tokoh yang giat promosi politik. Situasi ini menunjukkan masyarakat lebih suka pada tokoh yang terkesan tenang, tidak memaksa diri untuk habis-habisnya membangun popularitas,” ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 26 Februari 2022.

Survei tersebut berlangsung pada 15-22 Februari 2022 dengan metode wawancara via sambungan telepon kepada 1.220 responden yang tersebar proporsional skala nasional.

Sementara nama lain yang berada di urutan teratas paling popular di bawah Prabowo adalah Anies Baswedan 86.2 persen, Sandiaga Uno 85.0 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 70.1 persen, Ridwan Kamil 68.5 persen, Puan Maharani 64.8, dan Ganjar Pranowo 63.2 persen.

“Situasi ini menggambarkan jika popularitas tidak menjamin keterpilihan seseorang, karena tokoh populer terbukti miliki tingkat ketidaksukaan publik cukup tinggi. Sementara elektabilitas lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat kesukaan. Membaca data ini, bukan tidak mungkin tokoh kelas tengah kian mengejar ketertinggalan,” jelas Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan jika lima nama tokoh teratas paling disukai publik lebih banyak berasal dari kalangan yang tidak tidak diunggulkan dalam keterusungan parpol dalam wacana pencapresan. Secara berurutan tokoh paling disukai publik adalah Sandiaga Uno mencapai 89.3 persen, Dedi Mulyadi 88.6 persen, Ridwan Kamil 86.4 persen, Ganjar Pranowo 84.0 persen, dan Zulkifli Hasan 82.7 persen.

Survei IPO dilakukan pada 15-22 Februari 2022, dengan metode wawancara kepada 1.220 responden Memiliki perhitungan toleransi kesalahan (margin of error) 2.90 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen.[]

Dedi menerangkan, margin of error survei ini sebesar 2,90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat.

Untuk menguji validitas responden, IPO juga melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sample dan pengujian metode pra-research. (Red)

Unggulan

LAINNYA