Jakarta-Dalam momentum Hari Listrik Nasional, semangat membangun bangsa tercermin melalui upaya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan di berbagai wilayah Indonesia. Peringatan Hari Listrik Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi peran seluruh insan ketenagalistrikan dalam menghadirkan energi bagi negeri.
Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) Hendra Fitria menyampaikan beragam proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan teknologi. Di balik setiap pencapaian terdapat kerja bersama para engineer, tenaga konstruksi, pengawas, tenaga ahli, serta tim pendukung yang menjalankan peran masing-masing dalam satu rangkaian pelaksanaan proyek.
“Dari wilayah kepulauan hingga kawasan dengan tantangan geografis, setiap pekerjaan dan kontribusi menjadi bagian dari upaya bersama membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung konektivitas, aktivitas masyarakat, dan kemajuan Indonesia,” kata Hendra.
Hendra memastikan, PLN NPC turut mengambil bagian melalui pengerjaan proyek pembangkit, jaringan transmisi, dan infrastruktur energi, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis. Salah satu kontribusi tersebut diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di enam pulau terpencil di Jawa Timur.
Pembangunan PLTS di enam pulau terpencil yakni Gili Noko berkapasitas 50 kWp, Saebus 100 kWp, Sadulang 100 kWp, Saular 25 kWp, Sepangkur 75 kWp, dan Kemirian 50 kWp. Secara keseluruhan, keenam PLTS tersebut memiliki kapasitas 400 kWp dan menjadi bagian dari upaya mendukung penyediaan listrik di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sistem kelistrikan utama.
Tantangan geografis serupa misalnya dijumpai dalam pembangunan infrastruktur transmisi. Pada proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Payakumbuh–Garuda Sakti, tim PLN NPC berhasil melaksanakan energize pada kedua sirkuit pada 2023. Infrastruktur tersebut merupakan bagian dari sistem transmisi yang menghubungkan Payakumbuh di Sumatera Barat dengan Perawang di Riau, sekaligus mendukung penguatan jaringan transmisi di Pulau Sumatera.
“Pembangunan jaringan transmisi di medan yang menantang membutuhkan ketepatan perencanaan engineering, pemilihan metode konstruksi, serta koordinasi yang erat di lapangan,” terangnya. Hendra menambahkan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan bagian penting dalam mendukung keandalan pasokan listrik dan pertumbuhan nasional.
Namun, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memiliki tantangan dan karakteristik yang beragam di setiap wilayah. “Melalui kompetensi, kedisiplinan, dan kolaborasi yang kuat, PLN NPC berupaya menyelesaikan setiap pekerjaan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja,” ujar Hendra.
Menurutnya, pengalaman mengerjakan proyek di berbagai kondisi geografis menjadi bagian penting dalam memperkuat kapabilitas perusahaan. Setiap proyek memberikan pembelajaran, tidak hanya dalam penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pelaksanaan, penerapan keselamatan kerja, serta kemampuan tim dalam menyesuaikan metode kerja dengan kebutuhan di lapangan.
“Pengalaman mengerjakan berbagai proyek di dalam dan luar negeri juga menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan karakteristik yang semakin beragam,” yakinnya. Ia menjelaskan pekerjaan di wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari mobilisasi material dan peralatan, akses menuju lokasi, hingga penyesuaian metode pelaksanaan dengan kondisi lapangan.
Dalam situasi tersebut, koordinasi antartim dan perencanaan yang matang menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan proyek. “Setiap tahapan pekerjaan menuntut kesiapan teknis dan komitmen terhadap keselamatan, mengingat infrastruktur yang dibangun memiliki peran penting dalam mendukung sistem penyaluran tenaga Listrik,” tuntasnya.
Artikel ini juga tayang di vritimes