BRI Finance Optimalkan Peluang di Segmen Pembiayaan Mobil Bekas

waktu baca 2 menit
9

Jakarta, 23 Oktober 2026 – Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan dengan harga yang sesuai kemampuan finansial menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan bisnis pembiayaan mobil bekas. Melihat peluang tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat penetrasi di segmen ini dengan mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif dan pengelolaan risiko yang terukur.

Pembiayaan mobil bekas memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan pembiayaan mobil baru. Selain mempertimbangkan kemampuan finansial calon konsumen, proses pembiayaan juga perlu memperhatikan usia, kondisi, dan nilai kendaraan yang menjadi objek pembiayaan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik konsumen dan kualitas kendaraan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa segmen mobil bekas tetap menjadi salah satu peluang bisnis yang dapat dikembangkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam.

“Mobil bekas menawarkan alternatif bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan dengan pilihan harga yang lebih beragam. Kami melihat peluang untuk terus mengembangkan segmen ini melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pasar, sekaligus memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan dengan mempertimbangkan profil konsumen dan kualitas aset,” ujar Dhani.

Untuk memperluas jangkauan pasar, BRI Finance mengoptimalkan jaringan pemasaran serta memperkuat kerja sama dengan dealer. Perseroan juga terus meningkatkan efektivitas proses akuisisi dan kualitas layanan agar dapat menjangkau calon konsumen secara lebih tepat, dengan tetap memperhatikan kesesuaian kebutuhan dan kemampuan pembayaran.

Upaya tersebut dijalankan sejalan dengan pendekatan selective growth yang diterapkan BRI Finance dalam mengembangkan portofolio pembiayaan. Melalui pendekatan ini, peluang ekspansi tidak hanya dinilai berdasarkan potensi penyaluran, tetapi juga melalui evaluasi terhadap profil calon konsumen, kondisi kendaraan, dan risiko pembiayaan yang menyertainya.

“Pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan kualitas portofolio. Karena itu, kami menerapkan proses yang selektif, mulai dari pemilihan mitra dan akuisisi konsumen hingga pengelolaan risiko. Kami ingin memastikan pengembangan pembiayaan mobil bekas tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjaga kualitas aset dan keberlanjutan usaha Perseroan,” tutup Dhani.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version