Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

waktu baca 3 menit
16

Sanggabiz memilih 30 entitas bisnis untuk mengikuti program Inclusive Business Accelerator. Program ini berfokus pada pematangan validasi pasar dan operasional bisnis, sekaligus mendemokratisasi akses inovasi bagi wirausaha inklusif.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju acara utama, Sanggabiz dalam resmi mengumumkan 30 bisnis dan inovator terpilih yang akan mengikuti program pembinaan intensif Inclusive Business Accelerator. Program akselerator berdurasi dua minggu ini merupakan langkah nyata dalam mendemokratisasi akses inovasi dan investasi, dengan fokus pada pematangan validasi pasar serta eskalasi operasional bagi para wirausaha, termasuk pemberdayaan wirausaha penyandang disabilitas (teman difabel).

Berdasarkan data pendaftaran, angkatan perdana dari program inkubasi ini menunjukkan tingkat keberagaman demografi dan kesiapan bisnis yang sangat solid. Dari total 30 peserta yang terpilih, 16 peserta (53%) berdomisili di DI Yogyakarta, dan 14 peserta (47%) berasal dari luar Jogja. Sebaran founder dari luar wilayah DI Yogyakarta mencakup DKI Jakarta (4 peserta), Jawa Timur (4 peserta), Jawa Tengah (3 peserta), Jawa Barat (2 peserta), hingga Banten (1 peserta).

Dari sisi kesiapan usaha, 21 bisnis sudah dalam tahap berjalan (sudah jalan), sementara 9 lainnya sedang dalam tahap pematangan ide (ideasi). Kategori industri terbagi seimbang, dengan 14 entitas di bidang teknologi (tech) dan 16 entitas di bidang non-teknologi (non-tech).

Sebagai wujud komitmen inklusi Sanggabiz, terdapat 9 entitas bisnis yang didirikan langsung oleh founder disabilitas, dengan rincian 4 founder dari DI Yogyakarta dan 5 founder dari luar Yogyakarta.

Dwi Andi Rohmatika, CEO Sanggabiz, menaruh harapan besar agar inkubasi ini benar-benar menciptakan sistem operasional yang terukur, bukan sekadar ide di atas kertas.

“Banyak strategi bisnis hebat yang akhirnya gagal karena tidak ditopang oleh sistem eksekusi yang terarah. Harapan saya untuk ke-30 peserta ini, khususnya bagi para founder penyandang disabilitas adalah agar inkubasi ini menjadi momentum untuk membangun fondasi operasional yang kuat. Kami di Sanggabiz selalu memegang prinsip ‘structure before scale’. Saya ingin teman-teman keluar dari program ini tidak hanya dengan ide yang tervalidasi, tetapi dengan model kerja yang efisien, terotomatisasi, dan siap dipertanggungjawabkan di hadapan investor.”

Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan talenta inklusif adalah kunci ekosistem masa depan.

“Keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk melahirkan inovasi yang komersial dan profitable. Kehadiran 9 founder disabilitas dalam program ini membuktikan bahwa ekosistem teknologi dan bisnis di Indonesia sudah seharusnya membuka ruang kesetaraan. Melalui kolaborasi ini, kita sedang menyiapkan para pemimpin bisnis masa depan yang siap menjawab tantangan tahun 2027 dan berkontribusi langsung pada penciptaan lapangan kerja secara inklusif.”

Selama program berjalan, ke-30 peserta akan mengikuti sesi pertemuan inkubasi online yang mencakup validasi masalah, operasional, hingga persiapan presentasi bisnis (pitching). Puncak dari fase inkubasi ini adalah babak Preliminary Pitch secara offline di Yogyakarta, di mana 5 bisnis terbaik akan dipilih untuk melakukan showcase eksklusif.

Kelima finalis tersebut akan menghadirkan bisnis mereka pada acara puncak Jogja Business & Economic Outlook 2027: From Resilience to Renewal. Konferensi dan forum bisnis yang akan diselenggarakan pada Kamis, 19 November 2026, bertempat di Wyndham Garden Yogyakarta.

Bagi para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, akademisi, dan masyarakat luas yang ingin hadir serta menjadi bagian dari kolaborasi ekosistem bisnis ini, informasi pendaftaran dan update acara dapat diakses dengan mengecek langsung Instagram @jbeo.official.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version