Kementerian PU Bersama PTPP Tangani 31 Titik Longsoran di Sumatera Utara, Progres Lampaui Target

waktu baca 2 menit
8

Jakarta, 22 Oktober 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus berkontribusi dalam pemulihan infrastruktur jalan terdampak bencana alam melalui pelaksanaan Proyek Penanganan Mendesak Tanggap Darurat Bencana Alam Sumatera Utara pada ruas Batas Aceh–Kota Sibolga dan Rampa–Poriaha/Mungkur. Proyek yang merupakan bagian dari penanganan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp268,66 Miliar. Pekerjaan ini ditujukan untuk memulihkan fungsi jalan pascabencana guna mendukung keselamatan pengguna jalan, mobilitas masyarakat, dan kelancaran distribusi logistik.

Penanganan dilakukan pada 31 titik longsoran yang tersebar sepanjang 131 kilometer. Berdasarkan data progres proyek, realisasi pekerjaan telah mencapai 70,83%, lebih cepat dibandingkan target rencana sebesar 68,42%. Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur jalan terdampak bencana agar konektivitas antarwilayah dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.

PTPP menerapkan sejumlah teknologi survei dan pemetaan, meliputi Light Detection and Ranging (LiDAR), batimetri, dan fotogrametri untuk mendukung perolehan data kondisi lapangan dalam perencanaan penanganan infrastruktur terdampak bencana. Selain itu, pekerjaan ini menggunakan box concrete sebagai alternatif penanganan pengganti dinding penahan tanah, yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.

Melalui skema kontrak Design and Build, proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi terintegrasi dalam satu lingkup pekerjaan. Pendekatan ini mendukung pelaksanaan penanganan pada sejumlah titik longsoran dengan karakteristik dan kondisi lapangan yang beragam.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur jalan pascabencana membutuhkan pelaksanaan pekerjaan yang terencana dan didukung metode konstruksi yang sesuai dengan kondisi lapangan.

“Melalui proyek penanganan tanggap darurat di Sumatera Utara, PTPP berupaya mendukung pemulihan infrastruktur jalan agar fungsi konektivitas dapat kembali berjalan dengan baik. Penerapan teknologi survei dan pemetaan serta metode penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan menjadi bagian dari upaya kami untuk menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan ketepatan pelaksanaan, sehingga infrastruktur yang ditangani dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Joko Raharjo.

Melalui proyek ini, PTPP berkomitmen mendukung upaya pemulihan infrastruktur jalan bersama Kementerian PU, dengan mengedepankan kualitas pekerjaan dan keselamatan, guna membantu memulihkan konektivitas serta menunjang aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.

—SELESAI—

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version