Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

waktu baca 3 menit
7

Bagi Nurma Satria dan suaminya, Eka Hitami Tanjung, menjaga satu sama lain bukan sekadar ucapan. Pasangan asal Medan ini mewujudkannya lewat keputusan nyata, termasuk mempersiapkan perlindungan kesehatan dan finansial keluarga.

Nurma telah menjadi Peserta Prudential Syariah sejak 2013. Keputusannya memilih perlindungan berbasis syariah berangkat dari keyakinan yang ia pegang. Bagi keduanya, keputusan itu menjadi ikhtiar untuk menghadapi saat-saat kritis tanpa membuat kondisi keuangan keluarga ikut terguncang.

“Kami sadar risiko tidak bisa diprediksi. Karena itu perlindungan harus disiapkan jauh sebelum dibutuhkan, bukan saat sudah terjadi apa-apa,” ujar Eka.

Makna perlindungan itu terasa nyata ketika keduanya berlibur bersama teman-teman ke Penang, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Langkawi. Tiket menuju Langkawi sudah di tangan ketika Nurma tiba-tiba merasakan nyeri di dada.

“Kalau sedang sakit, liburan juga tidak bisa dinikmati sepenuhnya. Jadi kami memilih berobat lebih dulu,” kata Eka.

Mereka membatalkan rencana dan mendatangi rumah sakit di Penang. Nurma menjalani sejumlah pemeriksaan jantung, tes laboratorium, kateterisasi, hingga rawat inap. Karena kondisinya mendesak, biaya perawatan dibayarkan terlebih dahulu untuk kemudian diajukan melalui proses reimbursement. Dari beberapa kali perawatan yang dijalaninya, total manfaat yang Nurma terima mencapai hampir Rp100 juta.

“Alhamdulillah, prosesnya cepat. Disampaikan maksimal 14 hari kerja, tetapi sekitar lima hari sampai satu minggu manfaatnya sudah masuk,” tutur Nurma.

Dalam proses tersebut, tenaga pemasar mendampingi Nurma menjelaskan tahapan dan dokumen yang dibutuhkan. Bagi keluarga yang sedang menghadapi risiko kesehatan, pendampingan seperti itu membuat mereka tidak perlu mengurus semuanya sendirian.

Pengalaman itu mempertegas arti perlindungan bagi Nurma dan Eka. Menurut mereka, risiko dapat datang ketika kondisi keuangan tidak selalu siap. Perlindungan membantu menjaga bukan hanya kesehatan, tetapi juga kestabilan ekonomi rumah tangga, sehingga keluarga dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang.

“Dengan asuransi, kami merasa lebih nyaman secara keuangan. Ketika sakit, kami bisa fokus pada perawatan dan prosesnya juga dimudahkan,” ujar Eka.

Bagi Nurma dan Eka, keputusan memiliki perlindungan merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir dan saling menjaga. Di sanalah janji untuk menjaga yang berarti menemukan maknanya.

Ikhtiar tersebut juga membawa semangat tolong-menolong atau ta’awun antarsesama Peserta melalui dana tabarru’. Dengan demikian, perlindungan tidak hanya menjadi langkah untuk menjaga diri dan keluarga, tetapi juga bagian dari kepedulian bersama kepada Peserta lain yang sedang membutuhkan.

Vivin Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan, “Perlindungan sering baru terasa maknanya ketika risiko benar-benar datang. Tugas kami adalah memastikan di momen itu Peserta tidak sendirian dan tidak perlu memilih antara kesehatan dan kondisi keuangan keluarganya. Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di hatinya, di situlah kami hadir, melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar setiap janji bisa jadi nyata.”

Saat ditanya siapa yang paling ingin mereka lindungi, Nurma dan Eka memberikan jawaban yang sama, yakni pasangan masing-masing. Jawaban sederhana itu merangkum perjalanan mereka. Karena yang nomor satu di hati layak dijaga, janji untuk selalu melindungi pun diwujudkan sejak hari ini.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version