Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Dupoin Futures Ungkap Analisisnya

waktu baca 3 menit
3

Harga emas masih berada dalam tekanan setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas pada timeframe H4 masih berpotensi melanjutkan pelemahan setelah membentuk false break yang kemudian dikonfirmasi oleh pola Bearish Engulfing. Menurut analisis Dupoin Futures, kombinasi kedua sinyal tersebut menunjukkan tekanan bearish yang masih cukup kuat pada pergerakan XAUUSD.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat terbentuknya false break sebagai sinyal penting dalam membaca arah harga emas. False break menunjukkan bahwa harga sempat mencoba bergerak lebih tinggi, tetapi tidak mampu mempertahankan penguatan tersebut. Setelah itu, muncul pola Bearish Engulfing yang dalam analisis teknikal Dupoin Futures menjadi konfirmasi tambahan terhadap tekanan jual.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, kondisi tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk kembali bergerak turun menuju zona support terdekat pada 4.129–4.114. Area 4.129–4.114 menjadi level penting yang perlu diperhatikan karena respons harga di zona tersebut dapat menentukan arah XAUUSD selanjutnya.

Jika tekanan bearish masih berlanjut dan harga mampu menembus area support tersebut, Dupoin Futures melihat potensi pelemahan yang lebih dalam. Sebaliknya, apabila harga emas mampu bertahan di zona 4.129–4.114, peluang terjadinya rebound teknikal tetap terbuka. Karena itu, Dupoin Futures menilai reaksi harga pada support menjadi salah satu indikator utama dalam perdagangan emas hari ini.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih berasal dari tingginya imbal hasil Treasury Amerika Serikat dan kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi dapat mempertahankan tekanan inflasi. Reuters melaporkan bahwa harga spot emas turun sekitar 0,7% menjadi US$4.152,86 per troy ounce pada 30 September dan berada di jalur penurunan bulanan sekitar 6,6%.

Data inflasi Amerika Serikat sebenarnya memberikan sedikit ruang positif bagi emas. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Setelah data tersebut dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober turun menjadi sekitar 39% dari sebelumnya 45%, berdasarkan CME FedWatch. Namun, menurut Reuters, kenaikan harga energi tetap mendorong yield obligasi lebih tinggi sehingga memberikan tekanan kembali terhadap logam mulia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dupoin Futures karena arah yield Treasury dan dolar AS masih memiliki pengaruh besar terhadap emas. Ketika yield meningkat, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas cenderung menghadapi tekanan relatif lebih besar. Sebaliknya, jika yield AS mulai turun, Dupoin Futures melihat peluang bagi XAUUSD untuk mendapatkan ruang recovery.

Selain yield dan dolar AS, Dupoin Futures juga mencermati perkembangan data tenaga kerja Amerika Serikat. Data ekonomi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve selanjutnya. Bagi Dupoin Futures, perubahan ekspektasi suku bunga dapat berdampak langsung terhadap dolar AS, Treasury yield, dan akhirnya harga emas.

Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures melihat bahwa tekanan bearish pada emas masih perlu diwaspadai. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai false break yang dikonfirmasi Bearish Engulfing pada timeframe H4 membuka peluang bagi harga untuk menguji support 4.129–4.114.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini berdasarkan analisis Dupoin Futures menunjukkan potensi pelemahan menuju area 4.129–4.114. Namun, Dupoin Futures menilai area tersebut perlu dicermati karena kemampuan harga bertahan di atas support dapat membuka peluang rebound. Pergerakan yield Treasury, dolar AS, data tenaga kerja, dan harga energi akan menjadi faktor penting yang menentukan arah XAUUSD berikutnya.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version