NTT, 21 Agustus 2026
– Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming
Raka turun langsung melihat kondisi warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka,
Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Didampingi Kapolda NTT Irjen Pol.
Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Wapres tidak hanya meninjau kerusakan, tetapi
juga menemui pengungsi, anak-anak, pasien rumah sakit, hingga warga yang masih
bertahan di lokasi pengungsian.
Kepedulian tersebut terlihat sejak kunjungan di SD Inpres
LXXVI Wairklau. Wapres menyapa anak-anak dan menyerahkan buku tulis, tas
sekolah, popok bayi, serta susu kemasan. Di sekolah yang enam ruangannya
mengalami keretakan akibat gempa tersebut, Wapres juga berdialog dengan para
pengungsi dan memastikan pemerintah hadir untuk mendukung proses pemulihan,
termasuk perbaikan fasilitas pendidikan.
Kapolda NTT, Irjen
Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak menjadi
pesan penting bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang memperbaiki
bangunan, tetapi juga memastikan warga merasa aman dan tidak menghadapi masa
sulit seorang diri. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa negara hadir. Kami
bersama pemerintah akan terus memastikan kebutuhan warga terdampak, keamanan di
lokasi pengungsian, dan proses pemulihan berjalan sebaik mungkin.”
Usai dari sekolah, Wapres
bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Pelabuhan Laurentius Say Maumere
dan Gereja St. Magdalena Nangahure yang turut mengalami kerusakan akibat gempa.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke RSUD T.C. Hilers Maumere untuk
melihat kondisi pasien terdampak sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap
berjalan di tengah situasi pascabencana.
Plh. Kabidhumas
Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak
berhenti pada pengecekan fasilitas yang rusak. “Kunjungan ini menunjukkan bahwa
kondisi masyarakat menjadi perhatian utama. Bukan hanya bangunan yang dilihat,
tetapi juga warga yang sedang dirawat, keluarga yang mengungsi, dan mereka yang
masih membutuhkan bantuan serta pelayanan.”
Rangkaian kepedulian
tersebut kembali terlihat saat Wapres mengunjungi Posko Pengungsian Terpusat
Gelora Samador Maumere. Di lokasi tersebut, Wapres berdialog langsung dengan
warga sekaligus melihat kondisi pengungsian. Polri bersama pemerintah daerah dan
seluruh stakeholder terus bergerak menjaga keamanan, mendukung distribusi
bantuan, serta memastikan pelayanan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan
dengan baik.
Polri terus hadir bersama
pemerintah dan seluruh stakeholder dalam penanganan pascabencana. Kehadiran
tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak merasa berjalan sendiri
menghadapi situasi ini, sekaligus memberikan perlindungan, pelayanan, bantuan,
dan rasa aman bagi warga yang masih terdampak gempa.
Bagi masyarakat Sikka,
kunjungan tersebut bukan sekadar rangkaian agenda kenegaraan. Kehadiran
langsung pemerintah dan aparat di tengah tenda pengungsian menjadi penguat
bahwa di balik setiap bangunan yang retak dan rumah yang terdampak, ada
keluarga yang membutuhkan perhatian. Pesannya sederhana, tetapi kuat, masyarakat Sikka tidak sendiri. Negara hadir, melihat langsung,
mendengar keluhan, dan bergerak bersama untuk membantu mereka bangkit kembali.
Artikel ini juga tayang di vritimes