Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Kembali Merenggut Nyawa

waktu baca 3 menit
6

Yahukimo, Papua Pegunungan, 23 Juli 2026 – Di balik duka yang kembali menyelimuti Yahukimo, Komando Operasi
(Koops) TNI Habema memperkuat komitmennya untuk melindungi masyarakat Papua
dari ancaman kekerasan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga keamanan bukan sekadar
menjalankan tugas negara, melainkan memastikan setiap warga dapat menjalani
kehidupan dengan aman, bekerja dengan tenang, serta membangun masa depan tanpa
dibayangi rasa takut.

Komitmen tersebut semakin relevan menyusul peristiwa tragis
yang terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten
Yahukimo, Senin (20/7/2026). Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat
aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan
Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo). Berdasarkan informasi awal yang
diterima, serta pernyataan yang dipublikasikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS
TPNPB, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Korban terdiri atas sepasang suami istri, Kumis Kogoya
beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini,
identitas lengkap maupun kronologi secara menyeluruh masih dalam proses
pendalaman oleh aparat yang berwenang. Atas peristiwa tersebut, Koops TNI
Habema menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para
korban, karena kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi
kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna
, S.H, M.Si,
menegaskan bahwa setiap tindakan aparat
keamanan selalu berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum
yang profesional. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada
keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa
akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif,
terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi
masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.”

Sejalan dengan komitmen tersebut, Koops TNI Habema terus
berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran,
dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah
ini tidak hanya bertujuan mengungkap pelaku, tetapi juga memberikan
perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan
yang mengancam keselamatan warga sipil.

Dalam setiap pelaksanaan
tugasnya, Koops TNI Habema tetap mengedepankan prinsip selektif, terukur,
profesional, dan sesuai koridor hukum. Pendekatan tersebut menjadi landasan
agar setiap tindakan aparat tidak hanya efektif dalam menjaga stabilitas keamanan,
tetapi juga tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta melindungi hak-hak
masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik.

Bagi Koops TNI Habema,
keamanan bukan sekadar kondisi yang bebas dari gangguan, melainkan fondasi
utama bagi kehidupan masyarakat Papua. Ketika situasi kondusif terjaga,
anak-anak dapat kembali belajar tanpa rasa takut, pelayanan kesehatan dapat
menjangkau masyarakat, aktivitas ekonomi kembali bergerak, dan kehidupan sosial
dapat tumbuh dengan penuh harapan.

Karena itu, Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk terus menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh
informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan
yang aman dan damai. Sinergi antara aparat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh
agama, dan seluruh warga menjadi kekuatan penting dalam mencegah lahirnya
kembali aksi-aksi kekerasan yang hanya membawa penderitaan bagi masyarakat
Papua.

Bagi Koops TNI Habema,
setiap nyawa masyarakat Papua adalah amanah yang harus dijaga. Tidak ada
keberhasilan operasi yang lebih bermakna selain melihat seorang ayah pulang
dengan selamat kepada keluarganya, seorang ibu dapat memeluk anak-anaknya tanpa
rasa cemas, serta generasi muda Papua tumbuh dengan harapan, bukan ketakutan.
Dari duka Yahukimo, komitmen itu justru semakin diperkuat, negara akan terus
hadir melindungi setiap warga, menegakkan hukum secara profesional dan
bermartabat, serta menjaga agar tidak ada lagi keluarga Papua yang kehilangan
orang tercinta akibat kekerasan.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version