KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang Sepanjang Semester I 2026

waktu baca 3 menit
14

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan distribusi logistik berbasis moda utama kereta api, berhasil mencatatkan kinerja sepanjang Semester I 2026 dengan mengelola angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan
bahwa capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis
strategis, di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik nasional.
“Sepanjang Semester I 2026, batu bara masih menjadi komoditas utama yang
kami kelola dengan kontribusi sekitar 63% atau mencapai 5,4 juta ton. Di sisi
lain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan
unggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan
semakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta
api,” ujar Yuskal.

Selain batu bara, angkutan kontainer mencatatkan
pertumbuhan signifikan sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya menjadi sekitar 1,5 juta ton. Layanan ritel turut tumbuh 29% dengan
volume mencapai sekitar 38 ribu ton. Sementara itu, pengelolaan angkutan
BBM/BBK mencapai sekitar 1,5 juta ton, diikuti angkutan semen sebesar 191 ribu
ton, serta angkutan limbah B3 sekitar 4 ribu ton.

KAI Logistik menorehkan capaian performa terbaik pada
penghujung Semester I 2026. Pada bulan Juni, perusahaan berhasil mengelola volume
angkutan hingga 1,9 juta ton, atau berkontribusi sekitar 22% terhadap total
volume Semester I 2026. “Capaian pada akhir semester ini menjadi cerminan
meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik. Di saat yang
sama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika
industri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan
secara berkelanjutan,” tambah Yuskal.

Tren pertumbuhan tersebut juga terlihat dibandingkan
secara kuartal. Pada Triwulan II 2026, KAI Logistik berhasil mengelola volume
angkutan sebesar 5,1 juta ton, meningkat 1,5 juta ton dibandingkan Triwulan I
2026 yang berada di sekitar 3,6 juta ton. Peningkatan
tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada hampir seluruh lini bisnis. Angkutan
batu bara mencatatkan kenaikan tertinggi 
pada triwulan II dibandingkan triwulan I, yaitu hingga 1,3 juta ton,
diikuti angkutan semen yang meningkat 46 ribu ton, angkutan kontainer meningkat
129 ribu ton, angkutan ritel yang meningkat 907 ton, serta pengelolaan limbah
B3 yang meningkat 486 ton.

Salah satu faktor yang membedakan pada kinerja Triwulan
II juga disebabkan oleh semakin variatifnya jenis komoditas yang dilayani. Melalui
layanan KALOG Pro, KAI Logistik mulai memperluas layanan Business to
Business (B2B)
dengan menghadirkan angkutan Crude Palm Oil (CPO) di
wilayah Sumatera Utara. Hingga akhir Semester I 2026, layanan tersebut telah
berkontribusi terhadap pengelolaan volume sekitar 28 ribu ton. Ke depan, perusahaan menargetkan layanan angkutan CPO mampu mencapai
volume hingga 200 ribu ton per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung
kelancaran distribusi komoditas strategis nasional sekaligus memperluas pangsa
pasar logistik berbasis kereta api.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun
2026, KAI Logistik telah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada
penguatan aspek operasional, komersial, dan pengembangan infrastruktur.
Perusahaan akan terus mengoptimalkan diversifikasi komoditas yang dikelola
melalui layanan angkutan multikomoditas, sekaligus meningkatkan kapasitas
angkut guna menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Menurut Yuskal, keunggulan moda kereta api tidak hanya
terletak pada kapasitas angkutnya, tetapi juga pada aspek keselamatan,
ketepatan waktu, serta efisiensi operasional yang mampu memberikan nilai tambah
bagi pelanggan. “Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat sistem
keselamatan, meningkatkan tata kelola operasional, serta menghadirkan inovasi
layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan langkah tersebut, kami
optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat
posisi KAI Logistik sebagai penyedia solusi logistik berbasis kereta api yang
aman, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan logistik nasional
secara berkelanjutan,” tutup Yuskal.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version