Doa Sederhana Pak Regi di Anniversary Ke-14: “Saya Cuma Mau Ayu Tetap Jadi Dewi Selamanya”

waktu baca 3 menit
12

Setelah 14 tahun menikah, Regi Datau percaya bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak selalu datang dari hadiah besar. Kadang, cukup dengan memastikan pasangan merasa dicintai, diperhatikan, dan nyaman menjadi dirinya sendiri.

Jakarta, 22 Juni 2026 — Setiap pasangan memiliki cara berbeda dalam merayakan hari pernikahan. Ada yang memilih liburan, makan malam romantis, atau memberikan hadiah istimewa. Namun bagi Regi Datau, anniversary pernikahannya yang ke-14 bersama Ayu Dewi tahun ini justru membuatnya kembali memikirkan satu hal sederhana yang selama ini menjadi prinsip hidupnya.

Happy Wife, Happy Life.

Bagi banyak orang, kalimat tersebut mungkin terdengar klise. Namun bagi Pak Regi, prinsip tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam.

“Menurut saya, ketika istri merasa bahagia, nyaman, dan percaya diri dengan dirinya sendiri, energi positif itu akan menular ke seluruh keluarga,” ujarnya.

Selama 14 tahun membangun rumah tangga bersama Ayu Dewi, Pak Regi mengaku belajar bahwa bentuk perhatian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar.

Justru sering kali perhatian hadir melalui hal-hal kecil yang dianggap penting oleh pasangan. “Kadang bukan soal hadiah mahal. Justru soal apakah kita mendengarkan hal-hal yang sebenarnya penting buat pasangan kita,” tambahnya.

Bagi Ayu Dewi, salah satu bentuk self-care yang selalu ia prioritaskan adalah meluangkan waktu untuk merawat diri di tengah berbagai perannya sebagai ibu, public figure, entrepreneur, dan istri.

Menurut Ayu, merawat diri bukan sekadar soal penampilan.

“Kalau aku merasa nyaman dengan diri sendiri, kulit lagi sehat, badan lagi fit, itu ngaruh ke mood, ke energi, bahkan ke cara aku menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Ayu. Karena itulah, menjelang anniversary pernikahan mereka tahun ini, Pak Regi memilih memberikan sesuatu yang menurutnya paling berarti bagi sang istri: dukungan terhadap hal-hal yang membuat Ayu merasa bahagia dan percaya diri.

Momen tersebut kemudian menjadi inspirasi lahirnya kampanye Happy Smooth Skin bersama ZAP Premiere.

Sebuah kampanye yang mengangkat pesan sederhana bahwa kulit yang sehat dan terawat bukan semata soal penampilan, tetapi juga bagian dari perjalanan seseorang untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Menurut dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP, konsep self-care saat ini telah berkembang jauh melampaui standar kecantikan semata.

“Semakin banyak orang yang datang untuk treatment bukan karena ingin menjadi orang lain, tetapi karena ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Mereka ingin kulit yang lebih sehat, tubuh yang lebih segar, dan merasa lebih percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Dara.

Hal tersebut juga dirasakan Ayu Dewi. Di tengah jadwal yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk melakukan berbagai perawatan yang sudah menjadi bagian dari rutinitasnya selama bertahun-tahun.

Bukan karena tuntutan profesi semata, melainkan karena ia percaya bahwa merawat diri adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

“Menurut aku perempuan sering sibuk mengurus banyak hal sampai lupa mengurus dirinya sendiri. Padahal ketika kita merasa happy dengan diri kita, kita juga bisa memberikan energi yang lebih baik untuk orang-orang yang kita sayangi,” kata Ayu.

Bagi Pak Regi, melihat Ayu tetap bahagia dan percaya diri adalah hadiah tersendiri.

Karena itu, ketika ditanya apa harapannya di anniversary ke-14 pernikahan mereka, jawabannya ternyata sangat sederhana.

“Saya cuma mau Ayu tetap jadi Dewi selamanya,” ujarnya sambil tersenyum.

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan makna yang besar. Bahwa setelah 14 tahun bersama, cinta tidak selalu diwujudkan melalui kejutan besar atau kata-kata romantis.

Kadang, cinta hadir dalam bentuk perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten.

Mendengarkan, memahami, mendukung dan memastikan pasangan tetap merasa dicintai setiap harinya. Karena pada akhirnya, kebahagiaan rumah tangga bukan hanya tentang dua orang yang hidup bersama. Tetapi tentang dua orang yang terus berusaha membuat satu sama lain merasa berharga.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version