Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di Cirebon, Dorong Pertumbuhan Esports Kampus dan Talenta Daerah

waktu baca 4 menit
5

Fokus pada pengembangan talenta mahasiswa, peluang karier esports dan penguatan komunitas gaming kampus di luar kota-kota besar

Cirebon, 11 Juni 2026Pop Mie Campus Gaming Ground kembali hadir pada 2026 dengan memperluas jangkauan ke berbagai kampus di luar Jabodetabek. Salah satu kota yang menjadi tujuan program tahun ini adalah Cirebon. Wilayah yang dinilai memiliki pertumbuhan komunitas gaming dan esports yang aktif di tingkat akar rumput (grassroots). Namun masih memiliki akses yang terbatas terhadap program pengembangan talenta esports berskala nasional.

Penyelenggaraan di Cirebon diikuti oleh lebih dari 130 mahasiswa dengan partisipasi sebagai 24 tim dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tingginya keterlibatan peserta menunjukkan bahwa esports semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi dan menjadi salah satu ruang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan serta membangun jejaring komunitas.

Esports Kampus Tidak Lagi Sekadar Ajang Kompetisi

Perkembangan esports di lingkungan perguruan tinggi Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, esports kini mulai dipandang sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan hingga pemanfaatan teknologi digital.

Melalui Pop Mie Campus Gaming Ground, mahasiswa tidak hanya mengikuti turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tetapi juga memperoleh wawasan mengenai berbagai peluang di industri esports melalui sesi diskusi bersama talenta EVOS. Mahasiswa diperkenalkan pada beragam potensi potensi di balik ekosistem esports. Mulai dari pemain profesional, content creator, manajemen tim hingga penyelenggaraan acara. Selain itu, keterlibatan mahasiswa sebagai panitia kegiatan juga memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan event dan komunitas yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan bahwa perkembangan esports saat ini membutuhkan lebih banyak talenta dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas hanya pada mencari pemain profesional. “Banyak mahasiswa masih melihat esports hanya dari sisi kompetisinya. Padahal industri ini membutuhkan beragam profesi. Mulai dari manajemen tim, event organizer, content creator, analisis, desainer hingga berbagai posisi operasional lainya. Kampus menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan peluang tersebut sejak dini,” ujar Aufa.

Membuka Jalur Karier Bagi Mahasiswa

Salah satu bentuk pengembangan talenta yang dihadirkan dalam program ini adalah kesempatan bagi tim juara pertama turnamen untuk memperoleh invitation class EVOS Academy secara gratis. Program tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan lanjutan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan kompetitif mereka secara lebih serius dan memahami standar yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai pemain profesional.

free invitation class EVOS Academy” />

Selain peluang sebagai atlet esports, mahasiswa juga memperoleh pengalaman industri melalui keterlibatan sebagai panitia lokal dalam penyelenggaraan acara. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk memahami proses perencanaan, operasional acara, manajemen komunitas hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menilai bahwa kampus merupakan lingkungan yang tepat untuk memperkenalkan berbagai peluang yang lahir dari perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif. “Kami melihat banyak mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap dunia gaming dan esports. Karena itu program ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memperkenalkan berbagai peluang yang ada di dalam industri. Harapannya, mahasiswa dapat melihat bahwa minat mereka terhadap gaming juga bisa berkembang menjadi keterampilan dan peluang karier di masa depan.” ungkap Pandu.

Mengapa Cirebon?

Pemilihan Cirebon sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan tahun ini didasarkan pada tingginya aktivitas komunitas gaming dan esports lokal yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai kota penghubung di wilayah Jawa Barat bagian timur, Cirebon memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan komunitas esports di tingkat regional. Selain itu, tingginya aktivitas komunitas grassroots di kota ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari generasi muda terhadap esports. Meskipun akses terhadap program pengembangan talenta dan kegiatan industri berskala masih relatif terbatas dibandingkan di kota-kota besar.

“Potensi talent esports Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar. Banyak komunitas yang tumbuh secara mandiri di daerah dan memiliki semangat yang luar biasa untuk berkembang. Karena itu, penting bagi kami untuk menghadirkan program yang dapat menjangkau mereka secara langsung,” tambah Aufa.

Mendorong Ekosistem Esports yang Lebih Inklusif

Menggabungkan kompetisi, edukasi dan pengembangan komunitas, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang membantu mahasiswa memahami perkembangan industri esports secara lebih komprehensif.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kreatif digital. Sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak akses terhadap pengalaman, jaringan dan peluang yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.

— Selesai —

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version