Perluas Perspektif Global Mahasiswa DKV, BINUS University @Semarang Hadirkan Program Twin Class Internasional

waktu baca 3 menit
3

Semarang, Globalisasi industri kreatif mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi lintas negara yang semakin dinamis. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) tidak hanya dituntut untuk menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki perspektif global, sensitivitas budaya, serta kemampuan adaptasi terhadap standar industri internasional. Di sisi lain, akses terhadap pengalaman belajar lintas negara masih menjadi tantangan dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa secara komprehensif.

Sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran berkaqaelas dunia, BINUS University @Semarang melalui Visual Communication Design Program, School of Design, menginisiasi Program Twin Class Internasional yang berkolaborasi dengan Faculty of Art & Design, UiTM Malaysia serta membuka peluang sinergi dengan berbagai universitas global lainnya.

Program yang diselenggarakan pada 8–10 Juni 2026 ini mengusung integrasi kurikulum melalui pendekatan co-teaching, yang memungkinkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi terlibat dalam proses pembelajaran bersama secara interaktif dan kolaboratif. Pendekatan ini menjadi ruang eksplorasi akademik yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperluas perspektif mahasiswa dalam melihat praktik desain pada konteks global.

Sebagai kampus dengan konsep Digital Transformation and AI Experience Campus, BINUS University @Semarang terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang mendorong terciptanya pengalaman belajar yang immersive, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Program Twin Class ini dirancang sebagai platform strategis yang menghadirkan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa kelas reguler tanpa batasan geografis, sehingga mereka tetap dapat merasakan atmosfer akademik global secara langsung. Melalui kolaborasi ini, proses pembelajaran juga berfungsi sebagai sarana academic benchmarking yang menyelaraskan standar keilmuan serta metodologi desain antar institusi lintas negara. Selain itu, program ini memberikan pengayaan materi yang komprehensif, mulai dari penguatan mata kuliah fundamental hingga eksplorasi teknologi desain terkini yang relevan dengan perkembangan industri kreatif global. Di saat yang sama, interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung turut mempererat jejaring kolaborasi antara dosen, mahasiswa, serta institusi pendidikan dalam lingkup internasional, menciptakan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Head of Visual Communication Design Department, Noor Udin (Ung!), S.Sn., M.Sn.  menyampaikan, “Strengthening collaboration for new design education experiences. Program Twin Class ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa dari latar belakang berbeda, tetapi juga mendorong mereka untuk mengeksplorasi identitas desain secara lebih mendalam. Mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana nilai lokal dapat berdialog dengan perspektif global, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya relevan secara estetika, tetapi juga kontekstual secara budaya. Melalui pengalaman kolaboratif ini, mereka dipersiapkan untuk menghadapi tantangan industri desain masa depan yang semakin kompleks, dinamis, dan kompetitif di tingkat internasional.”

Sementara itu, Dr. Siti Fairuz Md Hasym turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya pendekatan lintas budaya dalam pendidikan desain. Ia menyampaikan: “Design is not only about creating beautiful visuals; it is about understanding culture, solving problems, and making meaningful connections with society. I encourage students to remain curious, embrace creativity, and continuously learn from different perspectives and cultures to become responsible and impactful designers.”

Melalui inisiatif ini, BINUS University @Semarang terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi global, adaptif terhadap perkembangan industri, serta konsisten dalam mencetak talenta kreatif yang siap bersaing di tingkat dunia, sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga membentuk pola pikir global, kemampuan kolaboratif, dan kesiapan profesional mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri kreatif yang terus berkembang di tingkat regional maupun internasional.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version