Data LiDAR mentah yang dihasilkan dari survei drone mengandung ratusan juta poin yang perlu diproses, diklasifikasi, dan dianalisis sebelum bisa digunakan untuk kebutuhan operasional. Kualitas pemrosesan data menentukan akurasi output akhir, dari model terrain hingga perhitungan volumetrik.
Terrasolid hadir sebagai platform perangkat lunak LiDAR yang mencakup seluruh tahap pemrosesan data, dari manajemen point cloud hingga pembuatan model permukaan dan penyesuaian akurasi data. Platform ini terdiri dari tiga modul utama yang bekerja secara terintegrasi.
TerraScan menangani manajemen, pemrosesan, dan visualisasi point cloud, mencakup klasifikasi dan filtering, vektorisasi objek, analisis dan simulasi, serta batch processing untuk dataset berskala besar. TerraModeler digunakan untuk pembuatan dan pengeditan model permukaan, termasuk pembuatan kontur, perhitungan volume, analisis perbedaan antara dua dataset, dan ekspor ke software CAD dan desain. TerraMatch menjalankan strip adjustment untuk mengoreksi misalignment natural pada data LiDAR dari sensor apapun, meningkatkan akurasi absolut data secara signifikan.
“Akurasi data LiDAR final bergantung pada kualitas pemrosesan, bukan hanya kualitas sensor. Strip adjustment di TerraMatch dan klasifikasi point cloud di TerraScan menentukan seberapa andal data tersebut digunakan untuk analisis terrain dan perhitungan volumetrik,” ujar Halo Robotics.
Terrasolid menjadi standar pemrosesan data LiDAR untuk kebutuhan survei presisi tinggi, menghasilkan output yang langsung kompatibel dengan workflow GIS dan CAD untuk analisis dan pelaporan operasional.
Artikel ini juga tayang di vritimes