FAI Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa

waktu baca 3 menit
6

Jakarta – Wartawan senior Aat Surya Safaat menyatakan rasa syukur karena semakin banyak alumnus penerima beasiswa Forum Akademisi Indonesia (FAI) yang kini mandiri dan berkiprah di dunia kerja. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memotivasi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Menjelang usia ke-11, FAI tetap berkomitmen membantu kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar kiprah mereka kelak dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Aat di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Mantan Kepala Biro Kantor Berita Antara New York yang juga menjabat sebagai Penasihat FAI itu menyampaikan hal tersebut dalam diskusi internal pengurus FAI yang digelar dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-11 organisasi tersebut.

Saat ini, Aat juga mengemban amanah sebagai Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) PWI. Ia menegaskan bahwa FAI merupakan wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi guna mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi. Forum ini dideklarasikan di Jakarta pada 23 Mei 2015.

Selain Aat, jajaran Penasihat FAI terdiri atas Dr. Ichsanuddin Noorsy (ekonom senior), Dr. Intan Syah Ichsan (Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen), serta Abdullah Hehamahua (mantan penasihat KPK).

“Para akademisi FAI diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat untuk memberi perhatian terhadap kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” kata Aat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri FAI, Didin Syahrudin Sukeni, menyampaikan bahwa selain fokus pada pendidikan anak-anak kurang mampu, FAI juga akan terus memberi perhatian terhadap isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan publik melalui pendekatan kajian akademis.

“FAI perlu konsisten membahas dan mencari solusi atas berbagai persoalan besar yang menjadi perhatian publik, seperti korupsi, narkoba, dan pengangguran,” ujarnya.

Didin juga menekankan pentingnya pendidikan dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks, di tengah berbagai persoalan bangsa tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FAI, Eni Heni Hermaliani, mengungkapkan bahwa menjelang akhir Ramadhan, FAI telah menyelenggarakan program “Berbagi Ramadhan” bersama anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Jakarta sebagai wujud kepedulian para akademisi.

Ia menambahkan, selama ini FAI juga secara selektif memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar mereka tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan, sehingga kelak dapat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sekjen FAI berharap program beasiswa tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, dunia usaha, serta para donatur, sehingga anak-anak yatim piatu dan dhuafa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berintegritas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerima beasiswa FAI mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan pesantren. Sementara itu, untuk mahasiswa, ditetapkan persyaratan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,0.

“FAI juga berkomitmen membantu para pelajar dan mahasiswa Muslim agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.

(faras ufairah)

LAINNYA
Exit mobile version