Wabup Tangerang: Sekolah Gender Harus Hasilkan Program Konkret

waktu baca 2 menit
21

TANGERANG — Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026 resmi dibuka Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (25/02/2026). Program ini ditegaskan bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang strategis untuk melahirkan aksi nyata kesetaraan gender di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa kesetaraan gender tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Menurutnya, prinsip tersebut harus hadir dalam kebijakan, program pembangunan, pelayanan publik, hingga sikap keseharian masyarakat.

“Perempuan dan laki-laki adalah mitra sejajar dalam membangun daerah. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Saat keluarga kuat, masyarakat akan kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, Kabupaten Tangerang akan semakin maju dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Gender bukan sekolah dalam bentuk fisik, melainkan short course yang menjadi ruang belajar, berbagi gagasan, berdiskusi, dan merancang kontribusi konkret perempuan dalam mendukung program pembangunan.

“Ini bukan sekolah formal, tetapi ruang untuk merumuskan aksi nyata. Kita ingin ada kontribusi langsung yang berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Wabup Intan juga mengingatkan bahwa isu kesetaraan gender bukan tanggung jawab satu perangkat daerah saja. Pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, pemuda, hingga keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Ia berharap Sekolah Gender tahap kedua ini mampu melahirkan rencana aksi konkret terhadap isu diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, mulai dari kampanye publik, edukasi di sekolah, pendampingan korban, penguatan regulasi, hingga inovasi program berbasis komunitas.

“Jangan berhenti pada diskusi. Harus ada langkah nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” harapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut Sekolah Gender menjadi wadah penting untuk meningkatkan kapasitas dan keberanian perempuan dalam berkontribusi di berbagai sektor.

“Sekolah Gender ini terdiri dari empat angkatan, masing-masing sekitar 50 peserta. Kita ingin perempuan semakin cerdas, berdaya saing, berani, produktif, dan aktif dalam pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menegaskan bahwa Sekolah Gender merupakan strategi peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu memperjuangkan haknya secara konstruktif.

“Ini bukan sekadar pelatihan. Sekolah Gender adalah ruang belajar bersama untuk menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas sosial, serta keberanian memperjuangkan hak dan peran perempuan,” jelasnya.

Melalui program ini, Pemkab Tangerang berharap lahir para agen perubahan yang mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah.

Sekolah Gender Tahun 2026 pun diharapkan menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

Penulis:(Faras Ufairah)

LAINNYA
Exit mobile version