Percepat Penanganan Bencana, Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

waktu baca 2 menit
17

JAKARTA, 5 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat pascabencana di Pulau Sumatera. Langkah ini direalisasikan melalui penambahan dukungan alat berat dan sarana prasarana infrastruktur guna mempercepat pembersihan material longsor, pemulihan akses jalan, serta mendukung kelancaran distribusi logistik.

Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 20.00 WIB,
Kementerian PU mencatat total alat berat yang telah dimobilisasi ke lokasi
terdampak mencapai 1.709 unit, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit. Penambahan
39 unit alat berat baru ini merupakan bentuk dukungan BUMN Karya membantu
pemulihan dampak bencana.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa
kementeriannya telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk
bergerak cepat menangani dampak bencana, dengan fokus utama pada sektor
konektivitas (jalan dan jembatan), sumber daya air, serta penyediaan air bersih
dan sanitasi.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan
konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian
terpenuhi,” ujar Menteri Dody.

Penambahan alat berat difokuskan secara
spesifik pada tiga provinsi prioritas. Di Provinsi Aceh, Kementerian PU
menambah 13 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, dan 5
unit dump truck. Seluruh unit tersebut ditempatkan di wilayah yang terdampak
cukup parah, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, serta Aceh Tamiang.

Sementara itu, dukungan untuk Provinsi
Sumatera Utara diperkuat dengan penambahan 15 unit ekskavator, 1 unit backhoe
loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit buldoser, dan 1 unit
pickup. Fokus utama penanganan di wilayah ini dilakukan pada ruas-ruas jalan
utama guna membuka kembali akses, salah satunya pada ruas Tarutung–Sibolga.

Berbeda dengan dua provinsi lainnya,
penanganan di Provinsi Sumatera Barat telah dilakukan penyesuaian kebutuhan di
lapangan. Tambahan 1 unit mini excavator ditempatkan di Kecamatan Tanjung Raya,
Kabupaten Agam. Namun seiring perkembangan positif di lapangan dan demi
efisiensi operasional, Kementerian PU melakukan pengurangan 6 unit ekskavator.

Selain melakukan penambahan alat berat,
Kementerian PU juga memperkuat dukungan infrastruktur darurat melalui
penambahan Jembatan Bailey. Saat ini Jembatan Bailey yang disiagakan menjadi 16
unit yang tersebar di Aceh dari 11 unit menjadi 14 unit.

Adapun di Sumatera Utara, tersedia 2 unit
Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Sedangkan di
Sumatera Barat, seluruh jembatan darurat telah ditarik karena akses jalan utama
telah pulih dan dapat dilalui kembali.

Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya
yang dimobilisasi akan terus dioptimalkan demi mempercepat pemulihan
infrastruktur, membuka kembali konektivitas wilayah, serta menjamin keselamatan
dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version