Tangani Banjir Susulan di Kabupaten Agam, Kementerian PU Tambah Alat Berat di Kelok 28

waktu baca 3 menit
10

JAKARTA, 3 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons dampak banjir bandang dan longsor susulan yang menerjang Jorong Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Rabu (31/12/2025). Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan material longsor di kawasan Kelok 28 yang memutus akses jalan penghubung Pasar Maninjau – Lubuk Alung.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh
sumber daya kementerian telah dikerahkan untuk mendukung penanganan darurat,
khususnya di sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air
bersih dan sanitasi.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga
dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Menteri
Dody.

Sejak Kamis (1/1/2026), tim tanggap darurat Kementerian PU bersama
Pemerintah Kabupaten Agam dan TNI-Polri telah menyiagakan alat berat di lokasi
bencana susulan. Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan secara
intensif agar jalur jalan yang tertutup longsor dapat segera dilalui kembali
oleh masyarakat.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo,
mengungkapkan bahwa di lapangan potensi longsor susulan masih tinggi, terutama
di Kelok 28 yang masih menyimpan endapan material longsoran. Guna mempercepat
proses pembukaan jalan, Naryo merinci penambahan alat berat yang dilakukan
secara bertahap.

“Saat ini, dukungan alat berat yang dikerahkan di lokasi meliputi
2 unit dari Polri, 1 unit dari BWS, serta 1 unit wheel loader dari
PU Kabupaten. Rencananya BWS akan menambah 2 alat berat lagi, di mana 1 unit
dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 dan satu unit lainnya pada 6 Januari
2026,” jelas Naryo.

Selain fokus pada infrastruktur fisik, Kementerian PU juga
memprioritaskan kebutuhan dasar pengungsi. Masyarakat terdampak di Kecamatan
Tanjung Raya kini telah direlokasi ke hunian sementara (huntara) di Palembayan.
Di lokasi ini, Kementerian PU telah memobilisasi 1 unit Mobile
Treatment Unit
 (MTU) dan 5 unit hidran umum untuk menjamin
ketersediaan air bersih. Penanganan di Tanjung Raya ini merupakan kelanjutan
dari operasi tanggap darurat Kementerian PU di Sumatra Barat yang telah
berlangsung sejak akhir November 2025.

Hingga 30 Desember 2025, Kementerian PU mencatat telah
memobilisasi total 341 unit alat berat (114 unit milik PU dan 227 unit mitra
BUMN) ke seluruh wilayah terdampak di Sumatra Barat. Selain itu, 7 unit
Jembatan Bailey telah dimobilisasi, dengan rincian 6 unit sudah terpasang dan 1
unit dalam proses pemasangan.

Untuk dukungan sanitasi dan air bersih lintas wilayah Sumbar,
Kementerian PU menyiagakan 1 unit IPA Mobile, 18 mobil tangki air, 8 unit
biority, 105 hidran umum, dan 14 toilet portabel. Dukungan material pencegahan
bencana juga diperkuat dengan penyediaan 1.240 unit geobag dan
810 unit bronjong kawat.

Dalam upaya penanganan bencana, Kementerian PU berkomitmen untuk
terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat
pemulihan infrastruktur, serta menjamin keselamatan warga terdampak bencana di
Kabupaten Agam maupun wilayah Sumatera Barat lainnya.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA
Exit mobile version